Bangkitkan Sejarah Jalan Raya Pos

Bangkitkan Sejarah Jalan Raya Pos

Madurapost.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) tengah menyiapkan langkah besar untuk menghidupkan kembali kejayaan sejarah Jalan Raya Pos. Melalui program bertajuk Anyer-Panarukan 3R, pemerintah berencana menjadikan agenda ini sebagai kalender tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan budaya di sepanjang jalur tersebut.

Program Anyer-Panarukan 3R ini merupakan sebuah upaya branding jangka panjang yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai sejarah dengan potensi ekonomi modern. Dalam peluncurannya yang berlangsung di Jakarta, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa program ini akan menjadi gerakan masif yang mencakup aspek ekonomi, budaya, hingga infrastruktur.

Bangkitkan Sejarah Jalan Raya Pos
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Konsep 3R yang diusung dalam program ini memiliki makna mendalam. Pertama adalah Road (jalan), yang bertujuan mengangkat kembali nilai sejarah Jalan Raya Pos sebagai penghubung vital antardaerah. Kedua adalah Route (rute), yakni mengembangkan jalur Anyer-Panarukan sebagai koridor perjalanan dan destinasi wisata unggulan. Ketiga adalah Roots (akar), yang fokus pada upaya menggali, merawat, serta memperkuat identitas, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat yang mendiami sepanjang jalur tersebut.

COLLABMEDIANET

"Anyer-Panarukan atau Jalan Raya Pos adalah artefak sejarah yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa hingga saat ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut melalui program yang kreatif," ujar Yandri Susanto dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa jalur Anyer-Panarukan membentang melewati ribuan desa dengan karakteristik yang sangat beragam, mulai dari kawasan pertanian, wilayah pesisir nelayan, hingga desa-desa wisata. Hal ini menjadikannya potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kolaborasi antarwilayah.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Serang telah menandatangani nota kesepakatan kerja sama untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui program ini. Yandri juga mengusulkan agar program ini disinergikan dengan 14 kategori Festival Bangun Desa Bangun Indonesia yang telah diluncurkan oleh Kemendes PDT.

Mendes Yandri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto, ia mengingatkan bahwa pemerintah bukanlah superman, melainkan sebuah super team. Ia meminta agar gaung festival ini tidak hanya terpusat di Serang dan Situbondo, tetapi juga melibatkan kabupaten, kota, serta desa-desa bersejarah lainnya di sepanjang jalur tersebut agar dampaknya lebih masif.

"Kami dari Kemendes PDT siap memberikan dukungan penuh, menjembatani jejaring kerja sama dengan pihak swasta, BUMN, hingga mitra dari luar negeri," pungkasnya.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, Ketua DPRD Situbondo Mahbub Junaidi, serta jajaran pimpinan dari Pemerintah Kabupaten Serang. Melalui kolaborasi ini, diharapkan sejarah masa lalu dapat menjadi fondasi kuat bagi kemajuan ekonomi masyarakat di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar