Bukan Produk Impor Ini Keramik Asli Surabaya

Bukan Produk Impor Ini Keramik Asli Surabaya

Madurapost.co.id – Banyak orang yang sering salah sangka saat melihat deretan peranti makan cantik seperti piring, gelas kopi, hingga mangkuk estetik dengan desain minimalis. Karena tampilannya yang sangat elegan dan artistik, banyak yang mengira produk tersebut merupakan barang impor mewah dari Cina atau Jepang. Padahal, kenyataannya jauh dari dugaan tersebut.

Produk-produk indah tersebut merupakan hasil karya tangan kreatif dari sebuah UMKM lokal yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur. Mengusung jenama Lumosh Living, usaha ini membuktikan bahwa kualitas kerajinan tangan dalam negeri mampu bersaing di level internasional.

Bukan Produk Impor Ini Keramik Asli Surabaya
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Berpusat di kawasan Jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya, Lumosh Living sebenarnya memiliki akar sejarah yang panjang. Bisnis ini merupakan pengembangan dari usaha keluarga Paulus yang telah dirintis sejak tahun 1992 di Probolinggo. Transformasi besar terjadi pada tahun 2016 ketika Angeline Ariesta, putri dari keluarga tersebut, memutuskan untuk membangun merek sendiri agar memiliki kebebasan lebih dalam mengeksplorasi desain kriya keramik yang unik.

COLLABMEDIANET

Perjalanan membangun merek ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Angeline tidak sendirian; ia menggandeng dua rekan lulusan pascasarjana, Florencia Dewi Marcelina dan Raymond Tjiadi, untuk membawa napas modern ke dalam bisnis keluarga ini. Namun, di awal perjalanannya, mereka justru dihantam tantangan berat. Meski banyak orang memuji keindahan karya mereka, penjualan justru lesu selama dua tahun pertama.

"Orang-orang menyukai karya kami, tapi hanya sebatas menganggapnya sebagai produk yang unik. Mereka belum percaya dengan merek baru kami," kenang Florencia Dewi Marcelina. Bahkan, stigma bahwa produk mereka adalah barang impor dari luar negeri sempat menjadi kendala psikologis bagi calon pembeli lokal.

Strategi perubahan pun dilakukan. Alih-alih menyerah, mereka mulai aktif mengikuti berbagai pameran bergengsi seperti Jakarta Coffee Week dan Inacraft. Langkah ini membuahkan hasil manis, di mana Lumosh Living bahkan sempat mewakili Indonesia dalam ajang Coffee Show di Korea pada 2019.

Momentum pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan ekonomi dunia justru menjadi titik balik digitalisasi bagi Lumosh Living. Dengan memanfaatkan ekosistem lokapasar seperti Tokopedia, mereka mampu menjangkau konsumen di luar Jawa, mulai dari Jabodetabek hingga Sulawesi Selatan. Menariknya, Raymond Tjiadi mengungkapkan bahwa omzet mereka justru melonjak hampir dua kali lipat selama masa pandemi berkat penjualan daring.

Kini, Lumosh Living telah bertransformasi dari sekadar usaha lokal menjadi pemain ekspor. Berkat dukungan fasilitas pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, produk keramik Surabaya ini telah berhasil menembus pasar Belanda, Jepang, hingga Korea.

Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. Ia menegaskan bahwa pemerintah melalui berbagai perwakilan perdagangan di luar negeri siap membantu UMKM lokal untuk terus terbang tinggi di pasar global. Dengan kualitas yang mumpuni, kriya keramik Indonesia kini bukan lagi sekadar barang unik, melainkan simbol kebanggaan seni rupa kontemporer tanah air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar