Bulog Serap Gabah Tanpa Batas Demi Petani

Bulog Serap Gabah Tanpa Batas Demi Petani

<strong>Madurapost.co.id – Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap hasil panen gabah dan beras milik petani di seluruh Indonesia tanpa memberikan batasan volume tertentu. Langkah berani ini diambil meskipun realisasi pengadaan nasional pada tahun 2026 telah melampaui target awal yang ditetapkan oleh pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan aktivitas pembelian hasil bumi tersebut hanya karena angka target telah terpenuhi. Hal ini merupakan bentuk nyata dari instruksi pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi kesejahteraan para produsen pangan utama negara, yakni petani.

Bulog Serap Gabah Tanpa Batas Demi Petani
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Tidak ada batasan. Selama petani masih melakukan panen, Bulog diperintahkan untuk tetap menyerap hasil produksi mereka. Walaupun target 100 persen atau sebanyak 4 juta ton sudah tercapai, kami tetap bergerak," tegas Rizal usai menghadiri rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data terbaru, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri hingga pertengahan Oktober 2026 telah menyentuh angka 4,13 juta ton setara beras. Angka ini menunjukkan performa yang luar biasa karena telah melampaui target nasional sebesar 4 juta ton. Jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2025 yang hanya sebesar 3,19 juta ton, capaian tahun ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah operasional Bulog.

Rizal menjelaskan bahwa kebijakan tanpa batas ini bertujuan untuk memberikan kepastian pasar bagi petani. Dengan adanya penyerapan yang berkelanjutan, petani tidak perlu khawatir akan jatuhnya harga saat musim panen raya tiba. Bulog hadir sebagai penyangga agar hasil jerih payah petani tetap memiliki nilai ekonomi yang layak.

Menanggapi kekhawatiran mengenai ketersediaan dana untuk pengadaan yang terus berlanjut, Rizal memastikan bahwa aspek finansial bukanlah kendala. Pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran yang memadai untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan lancar tanpa hambatan likuiditas. "Anggarannya sudah disiapkan oleh pemerintah, jadi semuanya aman," tambahnya.

Fenomena melampauinya target ini juga terlihat jelas di berbagai daerah. Sebagai contoh, Bulog Kantor Cabang Bandung melaporkan bahwa pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) di wilayahnya telah mencapai 84.653 ton. Angka ini setara dengan 117 persen dari target wilayah yang semula hanya ditetapkan sebesar 72.147 ton. Pihak Bulog Bandung pun menyatakan akan terus melanjutkan penyerapan hingga penghujung tahun.

Kebijakan pengadaan tahun 2026 ini sendiri merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Fokus utamanya adalah memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna mengantisipasi fluktuasi stok pangan nasional. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai instrumen perlindungan harga di tingkat petani. Melalui sinergi ini, diharapkan ketahanan pangan nasional tetap terjaga sekaligus ekonomi pedesaan semakin kuat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar