Kediri, Madura Post – Kobaran api yang meluluhlantakkan Kantor DPRD Kota Kediri pada akhir Agustus lalu, memicu perdebatan sengit terkait masa depan gedung tersebut. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama jajaran pimpinan DPRD, mendampingi langsung Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau puing-puing kebakaran, Minggu (14/09/2025).
Kunjungan ini bukan sekadar melihat kerusakan. Lebih dari itu, menjadi ajang lobi untuk memuluskan rencana ambisius: memindahkan kantor DPRD ke lokasi baru yang lebih representatif.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, wacana pemindahan ini membutuhkan lampu hijau dari Kementerian Keuangan. Pasalnya, anggaran dari Kementerian PU sejatinya diperuntukkan bagi rehabilitasi. "Jika ingin dipindahkan, harus ada persetujuan dari Menteri Keuangan," tegasnya.

Related Post
Usulan pemindahan ini didasari oleh kondisi kantor DPRD saat ini yang dinilai sempit dan kurang memadai. Ketua DPRD Kota Kediri, Firdaus, mengungkapkan, "Kantor saat ini terlalu sempit dan kurang representatif. Sehingga saat masyarakat ingin audiensi dapat lebih tenang, nyaman dan representatif."
Untuk sementara waktu, kegiatan DPRD akan dipindahkan ke ruangan-ruangan yang dimiliki oleh Pemkot Kediri.
Menteri PU menambahkan, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun untuk pemulihan gedung-gedung yang terbakar di berbagai daerah. Untuk Kota Kediri, perkiraan awal kerusakan mencapai Rp15 miliar. Namun, angka ini bisa membengkak jika pembangunan dilakukan di lokasi baru.
"Pasti saat kita membangun kemungkinan lebih dari itu maka kita tunggu arahan dari Kementerian Keuangan," ujar Dody Hanggodo.
Keputusan akhir terkait relokasi kantor DPRD Kota Kediri kini berada di tangan Kementerian Keuangan. Jika disetujui, wajah baru lembaga legislatif Kota Kediri akan segera terwujud.









Tinggalkan komentar