Drama Liga Champions: Kartu Merah Kontroversial, Guardiola Pasang Badan Bela Bintang City!

Drama Liga Champions: Kartu Merah Kontroversial, Guardiola Pasang Badan Bela Bintang City!

Jakarta (Madura Post) – Suasana tegang menyelimuti Etihad Stadium saat Manchester City harus mengakui keunggulan Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Kekalahan telak 1-5 secara agregat menghentikan langkah The Citizens, namun sorotan utama tertuju pada insiden kartu merah yang menimpa Bernardo Silva. Menariknya, Pelatih Manchester City, Joseph "Pep" Guardiola, dengan tegas menyatakan tidak menyalahkan pemain andalannya tersebut.

Insiden krusial itu terjadi pada menit ke-20 pertandingan yang berlangsung Rabu pagi WIB. Bernardo Silva diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah kedapatan menghentikan tendangan Vinicius Junior menggunakan bagian tangannya di area kotak penalti. Keputusan wasit tak terhindarkan, mengusir pemain tim nasional Portugal itu dari lapangan dan memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid, yang kemudian mengubah jalannya pertandingan secara drastis dan memperparah posisi City.

Drama Liga Champions: Kartu Merah Kontroversial, Guardiola Pasang Badan Bela Bintang City!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Namun, alih-alih meluapkan kekecewaan pada pemainnya, Pep Guardiola justru pasang badan. "Ayolah, ini bukanlah sebuah kesalahan. Ini adalah kartu merah pertama Bernardo Silva," ujar Pep Guardiola, seperti dikutip dari Madura Post, Rabu. Mantan pelatih Barcelona itu menambahkan, "Tindakan yang dilakukan Bernardo merupakan refleks alami. Ini bukan salah satu yang dapat dihindari."

COLLABMEDIANET

Pelatih asal Spanyol ini menegaskan bahwa ia tidak akan pernah mencari kambing hitam atas kegagalan timnya, terutama Bernardo Silva. "Tidak pernah saya akan menyalahkan pemain saya untuk itu terutama Bernardo setelah apa yang telah dilakukannya untuk kita selama bertahun-tahun," kata Pep Guardiola, menunjukkan dukungan penuh dan apresiasi terhadap kontribusi sang gelandang. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi Guardiola yang selalu melindungi pemainnya di tengah tekanan.

Kekalahan atas Los Blancos ini secara pahit mengakhiri perjalanan Manchester City di Liga Champions musim ini. Catatan negatif ini sekaligus memperpanjang rentetan kegagalan The Citizens yang selalu tersingkir di fase gugur ketika bersua Los Galacticos dalam tiga musim terakhir di Liga Champions. Ini menjadi pola yang mengkhawatirkan bagi klub yang berambisi besar di kancah Eropa, menunjukkan adanya "kutukan" tersendiri saat bertemu rival abadi mereka.

Ironisnya, Manchester City pernah menyingkirkan Real Madrid di Liga Champions pada musim 2022/2023. Kala itu, dengan kekuatan penuh termasuk Kevin De Bruyne, Manchester City menghajar Real Madrid lewat agregat telak 1-5 pada babak semifinal. Performa impresif tersebut berlanjut hingga final, di mana The Sky Blues memetik kemenangan atas Inter Milan dan meraih gelar juara Liga Champions perdana mereka, sebuah pencapaian historis yang kini terasa kontras dengan realitas pahit musim ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar