Madurapost.co.id – Perjuangan heroik pasangan ganda putra voli pantai Indonesia, Bintang Akbar dan Sofyan Rachman Efendi, di ajang bergengsi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir dengan manis meski harus menelan pil pahit di partai puncak. Pasangan yang datang dengan status unggulan ketiga ini berhasil mengamankan medali perak setelah melalui duel dramatis yang menguras emosi di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Sabtu.
Dalam laga final yang sangat dinantikan tersebut, Bintang/Sofyan harus berhadapan dengan kekuatan besar dari Qatar, yakni pasangan Cherif Samba dan Ahmed Janko. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tensi tinggi, di mana kedua tim saling jual beli serangan di atas pasir pantai. Pertarungan panjang ini harus diselesaikan melalui tiga set yang penuh dengan perubahan momentum.

Pada set pembuka, Indonesia tampil sangat dominan. Bintang dan Sofyan menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dengan melakukan serangan-serangan agresif yang sulit dibendung oleh pemain Qatar. Dengan koordinasi yang apik, mereka mampu mendikte jalannya permainan dan menjaga keunggulan poin demi poin. Hasilnya, Indonesia sukses menutup set pertama dengan skor tipis namun meyakinkan, 21-19.

Related Post
Namun, memasuki set kedua, situasi mulai berbalik. Pasangan Qatar, Samba dan Janko, mulai menemukan ritme permainan mereka. Mereka tampil lebih disiplin dalam bertahan dan mampu mengeksploitasi celah di lini belakang pertahanan Indonesia. Bintang/Sofyan sempat mencoba melakukan perlawanan sengit untuk mengejar ketertinggalan, namun solidnya pertahanan lawan membuat mereka gagal menyamakan kedudukan. Set kedua pun dimenangkan oleh Qatar dengan skor 21-16.
Memasuki set penentuan atau set ketiga, ketegangan semakin memuncak. Indonesia berusaha keras untuk kembali memegang kendali permainan, namun konsentrasi yang mulai menurun menjadi kendala utama. Di sisi lain, pasangan Samba/Janko tampil jauh lebih tenang dan efisien dalam memanfaatkan setiap peluang. Keunggulan mentalitas inilah yang membuat pemain Qatar mampu mendulang poin secara bertubi-tubi hingga akhirnya menutup laga dengan skor 15-8.
Meski harus puas dengan medali perak, pencapaian Bintang dan Sofyan merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Ini merupakan medali perak pertama yang berhasil mereka raih di level Asia. Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi momentum kebangkitan voli pantai Indonesia di kancah internasional.
Prestasi ini sekaligus memecahkan kebuntuan medali voli pantai Indonesia di Asian Games. Terakhir kali, kontingen Merah Putih berhasil menyabet medali perak di cabang yang sama pada edisi Asian Games 2018 melalui pasangan Ade Candra Rahmawan dan Muhammad Ashfiya. Dengan hasil ini, asa Indonesia untuk kembali mendominasi cabang voli pantai di masa depan kini terbuka lebar.










































Tinggalkan komentar