madurapost.co.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT mengungkap fakta mengejutkan terkait kesiapan kapal roro dalam menghadapi situasi darurat sebuah kondisi yang disinyalir menjadi pemicu tingginya angka korban saat musibah terjadi Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan bahwa prosedur penanganan kedaruratan di atas kapal masih jauh dari kata maksimal dan perlu perbaikan fundamental.
Soerjanto dalam sebuah webinar yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia MTI menjelaskan bahwa pelatihan tanggap darurat yang selama ini dilakukan di kapal roro seringkali hanya sebatas formalitas belaka tidak sungguh-sungguh melatih kesiapsiagaan awak kapal Ini bukan sekadar latihan untuk menunjukkan keberhasilan namun seharusnya menjadi sarana vital untuk mengidentifikasi kelemahan serta kekurangan yang ada guna penyempurnaan di masa mendatang.

Hasil investigasi mendalam serta praktik di lapangan menunjukkan bahwa respons darurat saat insiden terjadi masih sangat kurang memadai Ketika sebuah kecelakaan tak terhindarkan penanganan yang tidak optimal ini langsung berujung pada tragedi memilukan dengan jumlah korban yang seharusnya bisa diminimalisir.

Related Post
KNKT pernah melakukan simulasi tanggap darurat yang membongkar berbagai kendala serius Dalam skenario kebakaran petugas menghadapi kesulitan besar saat mencoba menggunakan selang hidran pemadam kebakaran Sistem hidran seringkali gagal berfungsi optimal terutama ketika kapal dalam kondisi muatan penuh menimbulkan kendala serius bagi petugas yang berusaha memadamkan api.
Selain itu proses penggunaan pakaian anti api juga memakan waktu yang tidak sedikit rata-rata lima hingga delapan menit dan memerlukan bantuan dua orang Ini tentu menjadi penghambat krusial dalam situasi genting di mana setiap detik sangat berharga Soerjanto menambahkan bahwa banyak kegagalan dalam penanganan kebakaran terjadi karena sistem hidran tidak berfungsi sebagaimana mestinya setelah diuji coba langsung.
Tak hanya itu penggunaan jaket pelampung atau life jacket juga membutuhkan waktu yang cukup lama Berdasarkan pengamatan KNKT setelah sesi briefing baik kru kapal maupun penumpang membutuhkan waktu antara tiga hingga enam menit untuk mengenakan jaket pelampung dengan benar Durasi ini jelas terlalu panjang mengingat kepanikan dan kondisi darurat yang bisa terjadi di tengah laut Semua temuan ini menggarisbawahi urgensi peningkatan standar keselamatan dan pelatihan yang lebih realistis di sektor transportasi laut.










































Tinggalkan komentar