Gema Al Quran di Surabaya Sambut Jatim 81

Gema Al Quran di Surabaya Sambut Jatim 81

Madurapost.co.id – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya saat ribuan penghafal Al Quran berkumpul dalam satu barisan doa. Menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menginisiasi sebuah gerakan spiritual besar dengan melibatkan 4.000 hafidz dan hafidzah dalam kegiatan doa bersama, zikir, serta khotmil Quran.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu ini bukan sekadar seremoni biasa. Khofifah mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan bentuk ikhtiar batiniah untuk mengetuk pintu langit, memohon rida serta keberkahan dari Allah SWT agar Jawa Timur dan Indonesia senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Yang membuat acara ini semakin istimewa, para penghafal Al Quran tersebut berhasil menuntaskan pembacaan Al Quran sebanyak 810 kali secara berjamaah.

Gema Al Quran di Surabaya Sambut Jatim 81
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Terima kasih kepada para hafidz dan hafidzah yang telah memberikan doa luar biasa ini. Melalui khataman Al Quran secara berjamaah yang telah mencapai 810 kali, kita berharap Allah menurunkan limpahan kasih sayang-Nya. Semoga Jawa Timur dan Indonesia menjadi daerah yang barokah, aman, serta damai," ujar Khofifah dengan penuh haru di hadapan para jamaah.

COLLABMEDIANET

Acara religius ini dipandu langsung oleh tokoh ulama terkemuka, Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani. Rangkaian ibadah dimulai dengan pembacaan surah Ad-Dhuha hingga An-Nas yang dipimpin oleh KH. A. Muzakky Al Hafidz, kemudian dilanjutkan dengan doa khotmil Quran yang dipimpin oleh KH. Abdul Hamid Abdullah.

Syeikh Muhammad Fadhil Al Jailani memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Gubernur Khofifah. Menurutnya, menyertakan nilai-nilai keagamaan dan interaksi dengan Al Quran dalam agenda pemerintahan adalah langkah kepemimpinan yang sangat mulia. Ia juga mengajak seluruh hadirin melantunkan selawat sebagai bentuk permohonan keselamatan, terutama bagi masyarakat yang tengah menghadapi tantangan alam.

Dalam tausiyahnya, Syeikh Fadhil juga menyinggung soal fenomena cuaca. Ia berharap keberkahan dari doa-doa tersebut dapat mendatangkan hujan yang bermanfaat, bukan hujan yang membawa bencana seperti banjir. Ia bahkan menyarankan masyarakat untuk melaksanakan salat istiska secara rutin guna memohon hujan yang menyejukkan bagi seluruh negeri.

Tak hanya fokus pada aspek spiritual, peringatan Hari Jadi Jatim kali ini juga menyentuh sisi sosial dan apresiasi terhadap warga. Khofifah menyerahkan santunan kepada 81 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, terdapat pengundian 12 paket umrah bagi para wajib pajak patuh tahap III tahun 2026, sebuah bentuk penghargaan nyata dari pemerintah provinsi kepada warga yang taat administrasi.

Menutup rangkaian kegiatan di Surabaya, Khofifah menyampaikan bahwa perayaan Hari Jadi ke-81 ini akan berlanjut ke wilayah kepulauan. Pada 13 Oktober mendatang, agenda akan diteruskan dengan pelaksanaan salat tahajud berjamaah di atas geladak Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 590, yang sedang dalam perjalanan menuju Slopeng, Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut rencananya akan dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, KH. A. Muzakky Al Hafidz.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar