Inovasi Kaki Diabetes Situbondo Sabet Juara Nasional

Inovasi Kaki Diabetes Situbondo Sabet Juara Nasional

Madurapost.co.id – Kabar membanggakan datang dari dunia kesehatan Jawa Timur. RSUD Asembagus, Kabupaten Situbondo, baru saja menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Inovasi unggulan mereka yang bernama SMARTd FOOT RSUD Asembagus berhasil menyabet juara kedua dalam ajang bergengsi Patient Safety Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, dalam sebuah seremoni di RS PON Jakarta Timur pada Selasa lalu. Inovator utama di balik sistem ini, Syahroni Yudistian, menerima penghargaan tersebut dengan didampingi oleh Direktur RSUD Asembagus, Zainul Fatah. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi layanan kesehatan dari daerah mampu bersaing dan diakui di level nasional.

Inovasi Kaki Diabetes Situbondo Sabet Juara Nasional
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

SMARTd FOOT merupakan sebuah terobosan berupa Sistem Monitoring Perawatan Terintegrasi untuk pasien kaki diabetes (Diabetic Foot). Sistem ini dirancang bukan sekadar untuk mengobati luka, melainkan sebuah ekosistem perawatan yang menyeluruh. Cakupannya sangat luas, mulai dari fase sebelum pasien masuk rumah sakit (pre-hospital), selama perawatan di rumah sakit (intra-hospital), hingga pemantauan setelah pasien pulang (post-hospital).

COLLABMEDIANET

Direktur RSUD Asembagus, Zainul Fatah, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi suntikan motivasi besar bagi seluruh jajaran rumah sakit. Ia menegaskan bahwa SMARTd FOOT tidak boleh berhenti hanya sebagai sebuah penghargaan di atas kertas, melainkan harus terus memberikan manfaat nyata bagi keselamatan pasien diabetes.

"Penghargaan ini adalah momentum penting bagi kami untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan kaki diabetes yang lebih cepat, terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan," ujar Zainul Fatah saat memberikan keterangan dari Situbondo.

Secara teknis, inovasi ini mengintegrasikan proses pencegahan, deteksi dini, penanganan medis, hingga edukasi berkelanjutan. Salah satu keunggulan utamanya adalah mendorong keterlibatan aktif dari pasien, keluarga, tenaga medis, hingga masyarakat luas. Dengan sistem ini, tenaga kesehatan dapat memantau perkembangan kondisi kaki pasien secara kontinu, sehingga risiko komplikasi yang lebih berat dapat diminimalisir sejak dini.

Implementasi nyata dari sistem ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, salah satunya di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, melalui Rumah Desa Sehat. Di sana, program senam kaki diabetes rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pencegahan. Selain itu, RSUD Asembagus juga mengadakan program Diabetes Care Day yang mencakup pemeriksaan gula darah serta edukasi gizi bagi pasien.

Syahroni Yudistian, selaku inovator, menambahkan bahwa kesuksesan ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Menurutnya, dukungan dari manajemen rumah sakit, rekan sejawat, hingga kepatuhan pasien adalah kunci utama keberhasilan sistem ini. Ia berharap model pelayanan ini dapat direplikasi oleh fasilitas kesehatan lain di seluruh Indonesia guna meningkatkan standar keselamatan pasien secara nasional. Melansir informasi dari madurapost.co.id, prestasi ini diharapkan menjadi standar baru dalam penanganan komplikasi diabetes di tanah air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar