Inovasi UMKM Surabaya Go International

Inovasi UMKM Surabaya Go International

Madurapost.co.id – Kolaborasi internasional yang membawa angin segar bagi sektor ekonomi kerakyatan kembali terwujud di Surabaya. Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menjalin kerja sama strategis dengan Singapore Polytechnic melalui program Learning Express (LeX) 2026. Program ini tidak hanya bertujuan untuk pengembangan akademik, tetapi juga fokus pada penciptaan inovasi nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, khususnya pada sektor kuliner tradisional dan peternakan.

Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa dari kedua negara terjun langsung ke lapangan untuk membedah persoalan yang dihadapi oleh para pelaku usaha di Surabaya. Fokus utama kegiatan kali ini menyasar dua sektor yang berbeda namun memiliki peran penting dalam ekonomi lokal, yakni budidaya pecel semanggi di kawasan Sememi dan pengelolaan peternakan ayam di wilayah Karah.

Inovasi UMKM Surabaya Go International
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) Umsura, Arin Setyowati, menegaskan bahwa program LeX ini merupakan bentuk nyata dari implementasi ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas negara ini dirancang agar mahasiswa mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga sekitar.

COLLABMEDIANET

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 40 mahasiswa dari Umsura dan 40 mahasiswa dari Singapore Polytechnic dikerahkan selama dua minggu penuh. Dengan menggunakan pendekatan design thinking, para mahasiswa ditantang untuk memahami akar permasalahan masyarakat secara mendalam sebelum merancang solusi inovatif yang aplikatif.

Salah satu titik fokus utama adalah Kampung Semanggi di Sememi, Benowo. Kawasan ini merupakan sentra bagi sekitar 120 pelaku usaha pecel semanggi dan 35 petani semanggi. Mahasiswa melakukan kajian komprehensif mulai dari sistem irigasi lahan, teknik pemanenan, proses pengolahan produk, hingga strategi perluasan akses pasar agar kuliner khas Surabaya ini bisa naik kelas.

Selain sektor kuliner, inovasi juga diarahkan pada sektor peternakan di Jago Karah Farm, Jambangan. Di sana, mahasiswa mempelajari sistem peternakan ayam dengan metode closed-house atau kandang tertutup. Berbagai kendala teknis seperti keterbatasan ruang, sistem pemberian pakan yang masih manual, masalah kebersihan kandang, hingga dampak kebisingan terhadap lingkungan menjadi poin utama yang coba dicarikan solusinya.

Fasilitator dari Singapore Polytechnic, Lee Yoke King, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan tim Umsura dalam mengelola program ini. Ia menyebut pengalaman bekerja sama dengan masyarakat Surabaya memberikan makna mendalam bagi para mahasiswa internasional.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Umsura, Prof. Mundakir, menyatakan bahwa kerja sama internasional ini adalah bagian dari komitmen universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Melalui LeX, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan kolaborasi lintas budaya dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh gagasan kreatif dan prototipe solusi yang telah dirancang oleh mahasiswa akan dipresentasikan dalam sebuah ajang Gallery Walk. Melalui ajang ini, diharapkan inovasi yang dihasilkan dapat diadopsi oleh para pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar