Investasi Asing Masuk ke Indonesia Melonjak

Investasi Asing Masuk ke Indonesia Melonjak

Madurapost.co.id – Kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia terus menunjukkan tren positif yang signifikan. Hal ini terbukti dari derasnya arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik sepanjang tahun berjalan. Berdasarkan data terbaru, aliran modal asing tersebut telah menyentuh angka fantastis, yakni mencapai Rp131,1 triliun atau setara dengan US$7,33 miliar.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa fundamental makroekonomi Indonesia masih sangat tangguh di mata dunia. Dalam konferensi pers bulanan terkait anggaran negara yang digelar pada Jumat (9/10), ia menjelaskan bahwa masuknya modal asing ini merupakan cerminan dari optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.

Investasi Asing Masuk ke Indonesia Melonjak
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Salah satu pendorong utama dari derasnya aliran dana ini adalah instrumen Surat Berharga Negara (SBN). SBN dinilai semakin menarik bagi para investor mancanegara, yang terbukti dengan keberhasilan menyerap dana sebesar Rp36,7 triliun atau sekitar US$2,05 miliar. Ketertarikan ini menunjukkan bahwa aset berdenominasi rupiah masih menjadi primadona di tengah ketidakpastian global.

COLLABMEDIANET

Jika menilik pergerakan trennya, arus modal ini sempat mengalami fluktuasi. Sempat terjadi kontraksi pada awal tahun, namun kemudian melonjak tajam pada kuartal kedua dengan nilai mencapai Rp140,6 triliun (US$7,86 miliar). Meskipun sempat mengalami moderasi pada kuartal ketiga, momentum kembali menguat saat memasuki awal kuartal keempat. Hingga per 7 Oktober, tercatat aliran masuk bersih sebesar Rp22,01 triliun (US$1,23 miliar).

Menariknya, meski pasar obligasi pemerintah mendapatkan sambutan hangat, sektor pasar ekuitas atau saham justru mengalami kondisi yang berbeda. Sepanjang tahun berjalan, pasar saham domestik mencatatkan aliran modal keluar bersih (net outflow) sebesar Rp84,2 triliun atau sekitar US$4,70 miliar.

Namun, Suahasil menegaskan bahwa kondisi ini tidak perlu menjadi kekhawatiran besar. Ia menjelaskan bahwa koordinasi yang sangat erat antara otoritas fiskal dan moneter telah berhasil menjadi bantalan pelindung bagi pasar domestik dari guncangan volatilitas global. Tekanan jual yang terjadi di pasar saham berhasil diimbangi oleh tingginya permintaan terhadap Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Dinamika ini membuktikan daya tarik aset berdenominasi rupiah yang kuat serta kepercayaan investor yang berkelanjutan terhadap stabilitas makroekonomi kita," ujar Suahasil. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk mempererat kemitraan dengan Danantara, lembaga pengelola investasi negara, guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar