Jangan Sampai Jadi Budak Teknologi AI

Jangan Sampai Jadi Budak Teknologi AI

Madurapost.co.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, memberikan peringatan keras kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk segera memperkuat penguasaan sains dasar (fundamental science). Langkah ini dinilai sangat krusial guna membekali talenta muda Indonesia agar mampu menghadapi gelombang kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan era superintelijen yang kian mendekat.

Dalam keterangannya pada acara KONASPI XII 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada Jumat lalu, Brian menekankan bahwa lompatan teknologi yang sangat cepat saat ini menuntut perubahan paradigma dalam dunia pendidikan tinggi. Ia menyoroti munculnya berbagai teknologi mutakhir seperti agentic AI, superintelijen, hingga komputasi kuantum yang akan mengubah tatanan dunia.

Jangan Sampai Jadi Budak Teknologi AI
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Menurut Brian, menguasai teknologi tidak cukup hanya dengan menjadi pengguna atau konsumen produk berbasis AI semata. Jika kemampuan talenta lokal hanya sebatas menggunakan perangkat yang sudah ada, Indonesia akan tertinggal jauh dalam rantai inovasi global.

COLLABMEDIANET

"Jika kita tidak menguasai hard science dan sains dasar, kita hanya akan menjadi budak dari superintelijen baru ini," tegas Brian di hadapan para akademisi dan pemangku kepentingan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI saat ini telah bergeser menuju agentic AI, sebuah bentuk kecerdasan buatan yang memiliki otonomi lebih tinggi dalam menjalankan tugas-tugas kompleks. Jika teknologi ini kemudian bertemu dengan superintelijen dan komputasi kuantum, maka tantangan yang dihadapi akan semakin besar.

Brian juga memberikan catatan khusus mengenai masa depan komputasi. Ia menyebutkan bahwa komputer masa depan akan semakin bergantung pada komputasi kuantum yang berbasis pada mekanika kuantum, sebuah sistem yang sangat berbeda dengan sistem biner yang digunakan pada perangkat digital saat ini.

Lebih lanjut, Menteri Brian mengkritik fenomena di mana generasi muda mungkin terlihat sangat mahir menggunakan teknologi, namun sebenarnya hanya bersifat superfisial atau "dangkal". Ia menekankan bahwa kecerdasan yang dihasilkan oleh AI akan tetap menjadi sesuatu yang "artifisial" atau semu bagi bangsa Indonesia jika para pemuda tidak memiliki fondasi sains yang kuat.

"Talenta kita, pemuda kita, mungkin terlihat cerdas pada pandangan pertama, tetapi sebenarnya itu hanya kecerdasan artifisial. Kecerdasan buatan itu akan benar-benar menjadi artifisial bagi anak muda kita jika mereka tidak menguasai hard science dan sains dasar," tambahnya.

Oleh karena itu, Brian meminta peran aktif dari para dosen, peneliti, dan universitas untuk memastikan bahwa setiap pengembangan teknologi di tanah air didukung oleh landasan ilmiah yang kokoh. Penguatan pada bidang sains dasar diharapkan menjadi modal utama bagi generasi muda Indonesia agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pengendali dan pengembang teknologi masa depan yang kompleks.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar