Kepala BNPB Suharyanto Minta Maaf Pernyataan Normal

Kepala BNPB Suharyanto Minta Maaf Pernyataan Normal

madurapost.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Letjen TNI Suharyanto mengutarakan penyesalan mendalam kepada masyarakat yang terkena imbas kebakaran hutan dan lahan karhutla. Permohonan maaf ini disampaikan menyusul pernyataan kontroversialnya dalam sebuah rapat terbatas beberapa waktu lalu. Kala itu Suharyanto sempat menyebut "roda kehidupan masyarakat berjalan normal" di tengah upaya penanggulangan karhutla dan kabut asap pekat di Kalimantan.

Melalui akun Instagram resminya Suharyanto_shr di Jakarta Jumat lalu ia menjelaskan bahwa penggunaan frasa "normal" tersebut bisa memicu persepsi keliru seolah-olah kondisi warga tidak terdampak. Ia menegaskan bahwa situasi karhutla masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah sama sekali tidak menganggap masalah ini telah usai atau remeh.

Kepala BNPB Suharyanto Minta Maaf Pernyataan Normal
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Suharyanto mengklarifikasi bahwa konteks kata "normal" yang ia maksudkan merujuk pada indikator terbatas terkait aktivitas dasar masyarakat. Ini mencakup lalu lintas darat perdagangan serta pelayanan publik yang memang masih beroperasi. Namun ia menekankan bahwa pernyataan tersebut sama sekali tidak bermaksud menyimpulkan kondisi lingkungan telah pulih atau mengabaikan kesulitan serta penderitaan nyata yang dialami warga terdampak. Ia juga membantah niat untuk mereduksi fakta penurunan kualitas hidup masyarakat yang terpaksa hidup di tengah kabut asap karhutla.

COLLABMEDIANET

BNPB sepenuhnya menyadari bahwa penduduk di beberapa wilayah khususnya Kalimantan Tengah Kalteng dan Kalimantan Barat Kalbar masih menghadapi dampak yang sangat serius dari kabut asap. Kualitas udara yang memburuk kesehatan masyarakat yang terganggu kegiatan pendidikan yang terhambat penerbangan yang tertunda serta berbagai aktivitas lain di sejumlah lokasi telah merasakan imbasnya. Suharyanto bahkan melaporkan bahwa tebalnya kabut asap di Kalteng dan Kalbar telah mengganggu penerbangan komersial maupun operasional udara untuk pemadaman karhutla.

Keberlangsungan layanan dasar dan aktivitas masyarakat memang menjadi salah satu gambaran situasi lapangan yang dilaporkan. Namun demikian aspek keselamatan kesehatan kualitas udara dan penanganan sumber karhutla tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Suharyanto menegaskan jika pilihan kata yang ia gunakan dalam laporan tersebut menimbulkan kesan bahwa pemerintah menganggap kondisi masyarakat di tengah bencana kabut asap sebagai situasi yang biasa saja itu bukanlah maksud sebenarnya.

Ia memastikan BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait pemerintah daerah TNI Polri Manggala Agni relawan dan seluruh elemen masyarakat terus bahu membahu bekerja keras. Upaya pemadaman penanganan dampak kesehatan serta perlindungan masyarakat dari ancaman karhutla terus digencarkan. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mengintegrasikan data dari seluruh unsur di lapangan agar informasi yang disampaikan kepada Presiden Prabowo dan publik dapat menggambarkan kondisi secara utuh dan akurat. Keselamatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat terdampak selalu menjadi fokus utama kami pungkas Suharyanto.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar