Lawan Perundungan Polisi Masuk Sekolah

Lawan Perundungan Polisi Masuk Sekolah

Madurapost.co.id – Fenomena perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan kini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum di Jawa Timur. Menanggapi keresahan tersebut, Polres Sampang mengambil langkah proaktif melalui peluncuran program bertajuk "Polisi Jaga Sekolah". Inisiatif ini dirancang khusus untuk memutus rantai kekerasan di kalangan pelajar sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman dan kondusif.

Kapolres Sampang, AKBP Anang Hardiyanto, menegaskan bahwa program ini tidak hanya dilakukan secara terbatas, melainkan digelar secara serentak di 14 kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sampang. Untuk memastikan efektivitasnya, pihak kepolisian melibatkan seluruh Polsek jajaran hingga personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di tingkat desa dan kelurahan. Dengan strategi ini, diharapkan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, dapat terjangkau oleh pengawasan dan edukasi kepolisian.

Lawan Perundungan Polisi Masuk Sekolah
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam keterangannya, AKBP Anang menyoroti sebuah pola yang sering terjadi di lapangan, di mana para pelaku perundungan kerap berdalih bahwa tindakan mereka hanyalah sekadar candaan. Padahal, menurutnya, candaan yang mengandung unsur penghinaan atau merendahkan martabat orang lain dapat memberikan dampak psikologis yang sangat berat bagi korban. Lebih jauh lagi, tindakan tersebut memiliki konsekuensi hukum yang nyata jika sudah melampaui batas.

COLLABMEDIANET

"Kami merasa perlu masuk langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa. Mereka harus paham bahwa apa yang mereka anggap remeh bisa berujung pada masalah hukum yang serius," ujar Anang.

Lebih dari sekadar pencegahan kekerasan fisik, program Polisi Jaga Sekolah juga menyasar berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya. Hal ini mencakup pencegahan tawuran antar-pelajar, aksi balap liar, hingga edukasi mengenai etika dalam dunia digital. Polisi ingin membekali generasi muda agar bijak dalam bermedia sosial, menghindari penyebaran berita bohong (hoax), serta menjauhi ujaran kebencian yang dapat memecah belah.

Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Menurut Anang, perlindungan terhadap pelajar adalah tanggung jawab kolektif karena mereka adalah pilar utama masa depan bangsa. Polisi ingin memosisikan diri bukan sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai "orang tua asuh" sekaligus sahabat bagi para siswa.

"Kami ingin anak-anak merasa dekat dan tidak takut untuk melapor. Jika mereka mengalami perundungan, jangan dipendam. Segera bicara kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian agar masalah bisa segera ditangani," tambahnya.

Program ini akan diimplementasikan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pertemuan khusus hingga keterlibatan dalam upacara rutin setiap hari Senin di sekolah-sekolah. Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sampang. Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menyatakan bahwa sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah ini sangat krusial untuk menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar. Melalui program ini, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan beradab.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar