Madurapost.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus tancap gas dalam menjalankan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah nyata diambil dengan menambah sebanyak 980 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi atau yang lebih dikenal sebagai dapur MBG. Penambahan ini difokuskan secara khusus pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah-daerah yang masih memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi.
Peluncuran unit-unit dapur baru ini dilakukan secara serentak di 16 provinsi yang mencakup wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Bali. Acara peresmian utama dilaksanakan di Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Rabu waktu setempat. Langkah masif ini merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya, di mana pada pekan lalu pemerintah telah lebih dulu mengaktifkan 480 unit dapur di wilayah Indonesia bagian timur.

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan pemerataan akses nutrisi. "Minggu lalu, kami telah mengaktifkan 480 dapur di wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi. Minggu ini, kami melanjutkan upaya tersebut di Bali, Kalimantan, dan Sumatra," ujar Sudaryono dalam keterangan resminya.

Related Post
Jika dirinci, dari total 980 dapur yang baru diaktifkan tersebut, mayoritas berada di Pulau Sumatra dengan jumlah mencapai 691 unit. Sementara itu, sisanya sebanyak 289 unit tersebar di wilayah Kalimantan dan Bali. Kehadiran dapur-dapur ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyediakan makanan bergizi secara langsung ke tengah masyarakat yang paling membutuhkan.
Namun, di tengah antusiasme program ini, Sudaryono memberikan peringatan keras kepada masyarakat terkait potensi penipuan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses aktivasi dan operasional unit pelayanan gizi ini dilakukan dengan mengikuti protokol serta prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh BGN. Ia memastikan bahwa lembaga tersebut tidak pernah memberikan mandat kepada pihak ketiga mana pun untuk bertindak sebagai perwakilan atau perantara dalam proses aktivasi ini.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai perwakilan BGN atau pimpinan lembaga, yang menawarkan jasa dengan imbalan uang. Sudaryono menekankan bahwa seluruh rangkaian program ini dikelola secara langsung melalui saluran resmi pemerintah tanpa melibatkan perantara.
"Jika masyarakat menemukan atau memiliki bukti adanya praktik penipuan seperti itu, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dugaan pelanggaran dapat diproses melalui jalur hukum yang berlaku," tegasnya.
Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif kunci dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai digulirkan pada awal 2025. Program ini menargetkan jutaan penerima manfaat di seluruh penjuru negeri, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak-anak usia sekolah. Dengan memprioritaskan wilayah 3T dan daerah rawan stunting, pemerintah berupaya keras untuk menutup kesenjangan nutrisi antarwilayah demi menciptakan generasi emas Indonesia yang lebih sehat dan kuat.










































Tinggalkan komentar