JEMBER, Madura Post – Di tengah krisis pengelolaan sampah yang melanda Kabupaten Jember, puluhan mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) setempat tampil dengan sebuah inisiatif luar biasa. Dalam rangka memperingati Hari Bumi, mereka tidak sekadar menanam pohon, melainkan ‘memanen’ pupuk organik langsung dari jantung permasalahan: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari. Aksi yang dilakukan pada Rabu ini menjadi sorotan, mengubah tumpukan sampah yang menggunung menjadi potensi berharga bagi lingkungan.
Koordinator aksi, Rasya Firdaus, mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember menghadapi situasi darurat sampah. Setiap harinya, timbunan sampah mencapai angka fantastis 1.300 ton, namun ironisnya, hanya sekitar 360 ton yang berhasil diangkut ke TPA. Kondisi ini menyebabkan TPA Pakusari, salah satu fasilitas utama, mengalami kelebihan kapasitas ekstrem dengan ketinggian tumpukan sampah mencapai 32 hingga 35 meter.

"Permasalahan sampah di Kabupaten Jember telah mencapai titik kritis," tegas Rasya Firdaus di lokasi TPA Pakusari. "Volume sampah yang tak terkelola dengan baik ini menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat."

Related Post
Menariknya, berdasarkan penelitian terbaru, komposisi sampah di TPA Pakusari didominasi oleh 81,9 persen sampah organik. Sisanya adalah 13,6 persen sampah non-organik (meliputi plastik, karet, besi, kaca, dan kain) serta 4,5 persen sampah berbahaya atau beracun (B3) seperti baterai, limbah medis,









Tinggalkan komentar