Madurapost.co.id – Sebuah kota yang ideal tidak hanya diukur dari kemegahan gedung pencakar langit, luasnya jalan raya, atau ramainya pusat perbelanjaan. Lebih dari itu, kualitas hidup warga di sebuah kota justru ditentukan oleh aspek-aspek fundamental yang sering kali luput dari pandangan mata, seperti ketersediaan air bersih yang stabil, sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta ketersediaan ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Persoalan krusial mengenai keberlanjutan perkotaan inilah yang menjadi fokus utama dalam diskusi antara Pemerintah Kota Surabaya dengan delegasi Centre for Liveable Cities (CLC) Singapura. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) tersebut membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya periode 2025–2045.

Dalam diskusi tersebut, ketiga sektor utama—pengolahan air baku, manajemen sampah, dan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH)—menjadi poin krusial yang menarik perhatian delegasi Singapura. Menariknya, Surabaya tidak hanya datang sebagai pihak yang ingin belajar, tetapi juga memiliki berbagai praktik pembangunan yang berpotensi menjadi referensi bagi kota-kota lain di kawasan ini.

Related Post
Visi Panjang Dua Dekade ke Depan
Melalui Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2025, RTRW telah ditetapkan sebagai kompas pembangunan selama dua dekade mendatang. Tujuannya sangat ambisius: mewujudkan Surabaya sebagai kota kompak yang berfungsi sebagai pusat permukiman, perdagangan, dan jasa berskala internasional yang inklusif.
Perencanaan jangka panjang hingga tahun 2045 ini memberikan kesempatan bagi Surabaya untuk tidak sekadar terjebak dalam solusi jangka pendek. Kota ini dituntut mampu mengintegrasikan pertumbuhan penduduk, dinamika ekonomi, perubahan iklim, dan keterbatasan lahan dalam satu kerangka kebijakan yang solid.
Pembangunan fisik tidak boleh berjalan sendiri. Pertumbuhan ekonomi yang masif tanpa dibarengi pengelolaan limbah yang mumpuni hanya akan menciptakan beban lingkungan di masa depan. Begitu pula dengan perluasan kawasan terbangun yang mengabaikan fungsi ruang hijau, yang berisiko mengurangi kemampuan kota dalam menyerap air hujan dan meredam suhu panas.
Ketahanan Air sebagai Pilar Utama
Salah satu poin penting yang disoroti adalah ketahanan air. Ketersediaan air bersih bukan sekadar masalah teknis perpipaan, melainkan menyangkut perlindungan sumber air dan pola konsumsi masyarakat.
Singapura, melalui Public Utilities Board (PUB), telah memberikan contoh bagaimana diversifikasi sumber air dapat menjaga stabilitas pasokan. Dengan memanfaatkan air dari tangkapan lokal, impor, daur ulang (NEWater), hingga desalinasi air laut, Singapura mampu memitigasi risiko kekurangan air.
Bagi Surabaya, pelajaran berharga yang bisa diambil bukanlah sekadar meniru teknologi, melainkan mengadopsi prinsip diversifikasi sumber dan efisiensi penggunaan. Pengolahan air limbah harus dipandang sebagai bagian dari strategi ketahanan air, di mana air yang telah diolah dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi guna mengurangi tekanan pada sumber air baku.
Menuju Sirkularitas Hijau
Di sektor pengelolaan sampah, Surabaya telah menunjukkan progres melalui pengembangan bank sampah dan 12 tempat pengolahan sampah berbasis prinsip reduce, reuse, recycle (3R). Rencana penambahan insinerator di Surabaya Barat juga menjadi bagian dari strategi manajemen limbah kota.
Namun, teknologi saja tidak cukup. Pengalaman Singapura menunjukkan bahwa pengurangan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari tingkat rumah tangga. Selain itu, aspek ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian. Meski saat ini luas RTH publik di Surabaya telah mencapai 22,02 persen dari luas wilayah, tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan akses dan kualitas ekologis di setiap sudut kota.
Integrasi antara taman kota, jalur hijau, kawasan mangrove, dan saluran air—seperti konsep City in Nature di Singapura—dapat menjadi inspirasi bagi Surabaya untuk menciptakan ekosistem perkotaan yang sehat, layak huni, dan berkelanjutan hingga tahun 2045.










































Tinggalkan komentar