Mencetak Kader Bela Negara Masa Depan

Mencetak Kader Bela Negara Masa Depan

Madurapost.co.id – Sebanyak 1.334 taruna dan taruni dari enam Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Taruna Jawa Timur resmi menyandang baret kebanggaan mereka. Prosesi pembaretan yang penuh khidmat ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bertempat di Pusat Pendidikan (Pusdik) Brigade Mobil (Brimob) Watukosek, Pasuruan, pada Kamis lalu.

Momen ini bukan sekadar seremoni formalitas belaka. Bagi para peserta, penyematan baret tersebut merupakan simbol dari sebuah perjalanan panjang yang melibatkan perjuangan fisik, mental, serta penanaman disiplin yang tinggi. Khofifah menekankan bahwa baret yang kini terpasang di kepala mereka membawa beban tanggung jawab yang besar sebagai kader bela negara yang bertugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mencetak Kader Bela Negara Masa Depan
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa para siswa ini kini tidak lagi hanya membawa identitas pribadi atau sekolah masing-masing. Mereka telah menjadi representasi dari taruna-taruni Jawa Timur yang dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

COLLABMEDIANET

Rincian peserta yang mengikuti prosesi ini berasal dari berbagai sekolah unggulan, di antaranya 201 taruna dari SMAN Taruna Nala, 270 dari SMAN 3 Taruna Angkasa, 245 dari SMAN 2 Taruna Bhayangkara, 270 dari SMAN 5 Taruna Brawijaya, 135 dari SMAN Taruna Madani, serta 213 dari SMAN 2 Taruna Pamong Praja.

Prosesi pembaretan berlangsung dengan sangat sakral, ditandai dengan penyiraman air bunga sebagai simbol pembersihan diri. Khofifah, dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, secara simbolis menyematkan baret dan lencana bela negara kepada perwakilan peserta.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa masa basis ketarunaan yang telah dijalani selama kurang lebih tiga bulan bertujuan untuk membentuk karakter yang komprehensif. Pendidikan ini tidak hanya menitikberatkan pada kekuatan fisik, tetapi juga pada transformasi cara berpikir, kemandirian, solidaritas, serta kemampuan kepemimpinan.

"Tiga bulan masa basis bukan sekadar latihan fisik. Proses ini harus mampu mengubah pola pikir dan sikap kalian. Kalian harus tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, religius, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat," tegas Khofifah.

Menariknya, Gubernur Jawa Timur juga memberikan catatan penting mengenai metode pendidikan. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan tidak boleh disalahartikan sebagai ajang kekerasan. Menurutnya, ekosistem pendidikan ketarunaan harus tetap humanis, bebas dari praktik perundungan (bullying), maupun senioritas yang bersifat merendahkan. Ia mengingatkan bahwa ketegasan seorang pemimpin harus dibarengi dengan keteladanan dan rasa hormat kepada sesama.

Menatap masa depan, Khofifah juga berpesan agar para taruna tidak gagap menghadapi perkembangan zaman. Ia mendorong mereka untuk menguasai teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), namun tetap berpijak pada integritas, nasionalisme, dan moralitas demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada 12 taruna terbaik atas prestasi mereka selama masa basis, serta penampilan memukau dari drum corps dan defile barisan taruna dari enam sekolah tersebut. Melansir laporan dari madurapost.co.id, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Jawa Timur dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual dan mental.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar