Misi Kemanusiaan di Masjid Al-Akbar

Misi Kemanusiaan di Masjid Al-Akbar

Madurapost.co.id – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya, pada Minggu kemarin. Pertemuan penting antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan delegasi tingkat tinggi dari Palestina menjadi sorotan utama. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa, melainkan sebuah langkah nyata untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat kerja sama antarwilayah di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut langsung kedatangan delegasi Palestina yang terdiri dari tokoh-tokoh kunci. Hadir di antaranya adalah Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash selaku penasihat keagamaan Presiden Palestina, Mohammad Ahmed Mohammed Hussein yang merupakan Imam Besar Masjid Al-Aqsa, serta Duta Besar Abdalfatah Ahmed Khalil Al-Sattari.

Misi Kemanusiaan di Masjid Al-Akbar
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa bagi masyarakat Jawa Timur, Palestina bukanlah wilayah yang jauh secara emosional. Ia menyebutkan bahwa ikatan religius, kemanusiaan, dan emosional antara warga Jawa Timur dengan rakyat Palestina sangatlah kuat. Kunjungan ini, menurutnya, menjadi penguat bagi persaudaraan yang sudah terjalin lama tersebut.

COLLABMEDIANET

"Dari Jawa Timur, kami ingin membangun ruang solidaritas yang membawa pesan perdamaian. Kami berharap pertemuan ini memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak," ujar Khofifah. Ia juga menambahkan bahwa hubungan ini melampaui sekadar hubungan antar-pemerintah, karena berakar pada empati publik dan komitmen bersama terhadap hak asasi manusia universal.

Khofifah secara khusus memberikan apresiasi atas kehadiran Imam Besar Masjid Al-Aqsa. Ia menyebut Al-Aqsa sebagai simbol spiritual yang menyatukan umat Muslim di seluruh dunia. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga melangitkan doa khusus bagi rakyat Palestina, terutama mereka yang tengah berjuang di Gaza, agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi sulit.

Di sisi lain, Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menyebut pertemuan ini sebagai langkah krusial untuk memperkuat persahabatan antara kedua bangsa. Dalam diskusi tersebut, delegasi Palestina juga memberikan gambaran mengenai kondisi sulit yang dialami rakyat mereka di bawah pendudukan.

Alhabbash menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki tekad yang tidak tergoyahkan untuk mempertahankan tanah air mereka. "Kami telah mendiami tanah ini selama ribuan tahun, dan kami akan terus berjuang untuk mempertahankan eksistensi kami di sana," tegasnya.

Selain membahas isu kemanusiaan, pertemuan ini juga menyentuh potensi kerja sama di sektor ekonomi dan sosial. Fokus utamanya adalah bagaimana menciptakan program-program konkret yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat Palestina serta pengembangan institusi di sana. Delegasi berharap dialog awal ini dapat berkembang menjadi kemitraan nyata yang memperkuat hubungan antara rakyat Indonesia dan Palestina di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar