Madurapost.co.id – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen seriusnya dalam memperkuat sektor kelautan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam sebuah pertemuan strategis di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Presiden secara khusus meminta laporan terbaru mengenai progres pembangunan proyek ambisius 100 Kampung Nelayan Merah Putih.
Instruksi tegas tersebut disampaikan Presiden saat menerima kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, pada Jumat lalu. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai dengan linimasa yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Melalui informasi yang dirilis oleh Sekretariat Kabinet, Presiden ingin mendapatkan pembaruan secara mendetail mengenai sejauh mana kesiapan infrastruktur di lapangan. Program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik biasa, melainkan bagian dari visi besar pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri bagi para nelayan di seluruh pelosok Indonesia.

Related Post
Dalam proyek ini, pemerintah tidak hanya membangun pemukiman, tetapi juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi. Beberapa infrastruktur kunci yang tengah dipersiapkan meliputi dermaga untuk mempermudah proses penangkapan dan pendaratan ikan, pabrik es, serta fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage. Kehadiran fasilitas ini sangat krusial untuk menjaga kualitas dan mutu hasil tangkapan nelayan agar tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun pasar khusus di kawasan tersebut. Fasilitas pasar ini diharapkan mampu menjadi pusat perdagangan hasil perikanan yang dinamis, sehingga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir secara langsung dan berkelanjutan.
Menteri Kelautan dan Perikanan hadir dalam pertemuan tersebut didampingi oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf. Langkah ini menunjukkan adanya koordinasi intensif antara eksekutif dan kementerian terkait untuk memastikan target besar ini tercapai.
Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, Presiden Prabowo telah memaparkan visi jangka panjangnya. Pemerintah menargetkan sebanyak 1.386 kampung nelayan sudah berdiri dan berfungsi secara optimal pada akhir Desember 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok, mulai dari sarana produksi, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran hasil laut.
Pertemuan di Hambalang tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara lainnya, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para menteri ini menandakan bahwa pembangunan kampung nelayan ini merupakan agenda lintas sektoral yang memerlukan dukungan dari berbagai bidang, termasuk teknologi dan administrasi negara, demi mewujudkan kedaulatan pangan laut Indonesia.










































Tinggalkan komentar