Ribuan Warga Tulungagung Terancam Tak Makan Gratis

Ribuan Warga Tulungagung Terancam Tak Makan Gratis

madurapost.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung menghadapi tantangan serius. Ribuan warga di beberapa wilayah terancam tidak bisa menikmati layanan vital ini secara optimal. Satuan Tugas (Satgas) MBG setempat kini sibuk mengidentifikasi kesenjangan signifikan dalam ketersediaan fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi memastikan setiap penerima manfaat bisa terjangkau.

Anggota Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa meskipun ke-19 kecamatan di daerah tersebut telah memiliki dapur SPPG yang beroperasi, jumlahnya jauh dari ideal untuk menjangkau seluruh target penerima manfaat di sejumlah wilayah. "Secara kuantitas, memang ada ketimpangan yang mencolok antar-kecamatan dalam melayani sasaran. Beberapa kecamatan masih sangat kekurangan SPPG," jelas Sri Wahyuni pada hari Senin.

Ribuan Warga Tulungagung Terancam Tak Makan Gratis
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Berdasarkan hasil pemetaan awal, terungkap bahwa enam kecamatan mendesak untuk segera mendapatkan tambahan dapur SPPG. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Tanggunggunung Gondang Pucanglaban Pagerwojo Sendang dan Boyolangu. Kondisi ini secara langsung berdampak pada sebagian besar penerima manfaat yang belum mendapatkan layanan MBG secara merata dan optimal. Sebagai contoh di Kecamatan Tanggunggunung saja sekitar dua ribu sasaran masih belum terlayani sepenuhnya.

COLLABMEDIANET

"Karena masih ada kecamatan yang kekurangan dapur SPPG secara otomatis banyak sasaran yang belum terlayani sehingga distribusi program MBG belum bisa dikatakan merata," imbuh Sri Wahyuni. Kesenjangan ini menjadi perhatian utama Satgas MBG yang bertekad untuk segera mencari solusi.

Untuk mengatasi ketidakmerataan ini Satgas MBG Tulungagung berencana melakukan penyelarasan data penerima manfaat secara komprehensif bersama para koordinator wilayah dari Badan Gizi Nasional (BGN). Proses sinkronisasi data ini dijadwalkan akan berlangsung pada Oktober 2026. Tujuannya adalah untuk mendapatkan potret yang lebih presisi mengenai jumlah sasaran yang sudah terlayani sekaligus memetakan kebutuhan spesifik di setiap kecamatan.

Langkah strategis ini sangat krusial agar pengembangan layanan SPPG di masa mendatang dapat disesuaikan secara tepat dengan jumlah dan persebaran penerima manfaat terutama di area yang masih memiliki celah cakupan layanan yang lebar. "Data terakhir kami menunjukkan sekitar 270.000 penerima manfaat sudah terlayani MBG. Melalui sinkronisasi data ini kami ingin mengetahui berapa potensi sasaran di masing-masing kecamatan yang masih belum terjangkau," pungkasnya.

Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi dasar koordinasi Satgas MBG Tulungagung dengan BGN dan berbagai pihak terkait lainnya. Harapannya adalah agar jangkauan layanan program pemenuhan gizi ini dapat diperluas secara signifikan sehingga distribusi manfaat bisa berlangsung lebih adil dan merata di seluruh pelosok Kabupaten Tulungagung.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar