Sejarah Baru KPU Rayakan HUT Pertama

Madurapost.co.id – Sebuah catatan sejarah baru saja terukir dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah berdirinya, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) secara resmi menggelar peringatan hari ulang tahun (HUT) lembaga tersebut. Meski telah mengawal pesta demokrasi selama 73 tahun, momen perayaan formal ini menjadi tonggak penting yang menandai pengakuan atas identitas historis lembaga penyelenggara pemilu tersebut.

Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, mengungkapkan bahwa penetapan tanggal 7 November 1953 sebagai hari lahir KPU bukanlah sebuah keputusan instan. Proses penentuan tanggal ini melibatkan diskusi yang cukup panjang dan mendalam dengan para senior serta jajaran pengurus KPU lainnya. Menurutnya, perbedaan pendapat yang muncul selama proses diskusi adalah hal yang wajar dan merupakan cerminan dari nilai-nilai demokrasi yang selama ini diperjuangkan oleh lembaga tersebut.

Sejarah Baru KPU Rayakan HUT Pertama
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Lebih lanjut, Afifuddin menjelaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni belaka. Momen ini menjadi wadah silaturahmi yang sangat berharga untuk mempertemukan pengurus KPU saat ini dengan para tokoh senior yang telah meletakkan fondasi demokrasi di tanah air. Melalui pertemuan ini, diharapkan komitmen untuk menjaga integritas pemilu di Indonesia dapat semakin diperkuat.

COLLABMEDIANET

Dalam suasana yang hangat, Afifuddin sempat melontarkan candaan mengenai kurangnya perhatian publik terhadap aspek spiritual lembaga ini. Ia berseloroh bahwa mungkin karena KPU jarang didoakan secara khusus setiap tahunnya, lembaga ini seringkali menghadapi berbagai tantangan atau "kejutan" yang tidak terduga dalam menjalankan tugasnya.

Penetapan tanggal 7 November 1953 sendiri didasarkan pada penelusuran sejarah yang teliti. Afifuddin menceritakan pengalamannya saat menelusuri arsip di Museum dan Perpustakaan Bung Karno. Di sana, ia menemukan bukti otentik berupa Keputusan Presiden Nomor 188 yang menjadi dasar pembentukan Panitia Pemilihan Indonesia atau yang kini kita kenal sebagai KPU.

Sejarah mencatat bahwa salah satu tonggak pemilu paling demokratis di Indonesia terjadi pada tahun 1955, yang saat itu dipayungi oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1953. Menariknya, undang-undang pemilu kala itu memiliki struktur yang sangat kompleks dengan 139 pasal. Afifuddin menyoroti perbedaan mencolok antara aturan lama dan aturan saat ini, salah satunya mengenai batas usia minimal pemilih yang ditetapkan pada 18 tahun serta pemberian hak pilih bagi anggota TNI.

Selain membahas sejarah, KPU juga membawa kabar baik terkait pengembangan sarana edukasi publik. KPU berencana memindahkan Museum KPU dari lokasi sebelumnya di Jakarta Timur ke area yang lebih strategis, yakni di samping kantor KPU RI Pusat. Mulai Januari mendatang, gedung Bank Indonesia yang berada di sebelah kantor pusat akan difungsikan sebagai Museum Perjalanan Demokrasi.

Peringatan HUT ke-73 ini ditutup dengan acara diskusi spesial bertajuk "Refleksi Perjalanan KPU dan Demokrasi". Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari Ketua DKPP Heddy Lugito, anggota Bawaslu Totok Heriyono, hingga perwakilan Kemendagri, guna merenungkan kembali peran vital KPU dalam menjaga kedaulatan suara rakyat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar