Strategi Baru Branding Kopi Indonesia Dunia

Strategi Baru Branding Kopi Indonesia Dunia

Madurapost.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah besar untuk mengubah peta persaingan komoditas kopi di pasar internasional. Melalui Kementerian Perdagangan, Indonesia berencana memanfaatkan ajang bergengsi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai momentum emas untuk meluncurkan identitas tunggal atau national branding bagi kopi tanah air.

Langkah strategis ini diambil karena adanya sebuah fenomena unik di pasar global. Selama ini, konsumen mancanegara lebih mengenal kopi berdasarkan nama daerah spesifik ketimbang identitas nasional Indonesia secara utuh. Hal ini dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kekuatan merek negara di mata dunia.

Strategi Baru Branding Kopi Indonesia Dunia
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan bahwa pola konsumsi global saat ini masih sangat bergantung pada nama-nama regional. Menurutnya, ketika orang berbicara tentang kopi berkualitas tinggi, mereka cenderung menyebut nama negara asal secara umum atau daerah spesifik yang sudah punya nama besar.

COLLABMEDIANET

"Dunia sangat akrab dengan istilah kopi Brasil, kopi Kolombia, atau kopi Ethiopia. Namun, saat mencari kopi Indonesia, orang lebih sering mencari kopi Mandheling atau kopi Toraja. Pencarian dengan kata kunci ‘kopi Indonesia’ itu sendiri masih tergolong jarang," ujar Fajarini dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, TEI 2026 akan dijadikan panggung utama untuk menyatukan persepsi dunia. Pemerintah ingin memastikan bahwa produk kopi nasional tidak hanya dikenal lewat varietas daerahnya saja, tetapi juga memiliki kekuatan identitas sebagai "Kopi Indonesia" yang prestisius. Dengan identitas yang kuat, posisi tawar produk lokal di pasar global diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ajang TEI edisi ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Banten, akan menyediakan area khusus. Zona ini akan didedikasikan sepenuhnya untuk memamerkan produk kopi, teh, dan kakao. Di area tersebut, akan digelar berbagai rangkaian promosi serta sesi pertemuan eksklusif dengan para pembeli (buyers) internasional.

Tak hanya soal penguatan merek, Kementerian Perdagangan juga membidik peningkatan nilai tambah ekspor. Pemerintah mendorong para pelaku usaha untuk tidak hanya mengekspor biji kopi mentah (green beans), tetapi juga mulai merambah ke produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti kopi bubuk kemasan hingga minuman kopi siap saji (ready-to-drink).

"Semakin banyak produk siap saji yang tersedia di pasar, maka nilai ekonomisnya secara otomatis akan melonjak," tambah Fajarini.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat performa ekspor kopi Indonesia cukup menjanjikan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Indonesia berhasil mengekspor sebanyak 208.100 ton kopi dengan nilai mencapai US$1,0 miliar. Bahkan, nilai ekspor kopi sempat menyentuh angka tertinggi bulanan sebesar US$221,4 juta pada bulan Juli.

Meski demikian, tantangan produksi tetap membayangi. Meskipun produksi kopi pada 2025 mencapai 832.675 ton, fluktuasi hasil panen akibat cuaca ekstrem masih menjadi kendala utama. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memproyeksikan luas lahan kopi akan mencapai 1,28 juta hektar pada 2026, namun tetap mewaspadai risiko kekeringan pada sebagian lahan yang dapat mengganggu stabilitas produksi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar