Strategi Baru Menperin Dongkrak Ekonomi Nasional

Strategi Baru Menperin Dongkrak Ekonomi Nasional

Madurapost.co.id – Menjelang dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Fokus utama saat ini diarahkan pada sektor manufaktur yang diharapkan mampu menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, mengungkapkan ambisi besar kementeriannya untuk mendongkrak kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Saat ini, porsi industri terhadap PDB tercatat berada di angka sekitar 19 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, pemerintah tidak ingin berhenti di angka tersebut.

Strategi Baru Menperin Dongkrak Ekonomi Nasional
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sarmuji menargetkan adanya lonjakan kontribusi yang signifikan, yakni menembus angka 20 persen hingga mencapai target ideal di kisaran 21 sampai 25 persen. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkokoh struktur ekonomi agar tidak hanya bergantung pada sektor lain, tetapi memiliki basis produksi yang kuat.

COLLABMEDIANET

Dalam keterangannya di Jakarta, Sarmuji menegaskan bahwa sektor industri harus memiliki laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Menurutnya, logika ekonomi yang sehat adalah ketika sektor industri mampu mengerek atau menarik pertumbuhan ekonomi ke atas, bukan justru berjalan lambat atau hanya sekadar mengikuti arus pertumbuhan ekonomi.

"Kita menargetkan supaya pertumbuhan industri kita lebih tinggi lagi, melebihi pertumbuhan ekonomi. Mengapa demikian? Karena industri inilah yang sebenarnya menjadi penggerak utama ekonomi. Jangan sampai sektor industri justru tumbuh lebih rendah atau hanya seimbang dengan pertumbuhan ekonomi kita. Kami sedang mencari formula terbaik agar sektor ini bisa tumbuh jauh lebih cepat," tegas Sarmuji.

Lebih lanjut, Sarmuji memberikan peringatan agar Indonesia tidak mengalami fenomena "industri layu sebelum berkembang". Ia mencatat bahwa di banyak negara maju, kontribusi industri terhadap PDB memang cenderung melandai atau menurun. Namun, hal tersebut terjadi karena masyarakatnya telah mencapai level ekonomi yang matang (mature), bukan karena sektor industrinya melemah.

Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan proses industrialisasi berjalan optimal sebelum mencapai titik jenuh tersebut. Untuk mencapai target ambisius ini, pemerintah menyadari bahwa peran negara sangat krusial dalam membangun ekosistem yang kondusif.

Sarmuji menekankan bahwa pemerintah bertugas menyediakan infrastruktur, regulasi, dan iklim usaha yang mendukung. Jika ekosistem pendukung tersebut sudah tersedia dengan baik, maka para pelaku usaha dan investor akan lebih mudah menjalankan serta mengembangkan kegiatan produksinya secara masif. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kreativitas pelaku industri diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan target kontribusi PDB di atas 25 persen tersebut.

Melansir informasi dari madurapost.co.id, upaya ini menjadi momentum penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuktikan komitmen mereka dalam melakukan transformasi ekonomi melalui hilirisasi dan penguatan sektor manufaktur dalam dua tahun pertama masa jabatan mereka.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar