Strategi Baru Situbondo Dongkrak Produksi Sapi

Strategi Baru Situbondo Dongkrak Produksi Sapi

Madurapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tengah melakukan langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan di wilayahnya. Melalui kolaborasi erat dengan dunia akademisi, Pemkab Situbondo berupaya mendongkrak angka produksi sapi lokal dengan cara memperkuat kapasitas kelembagaan para peternak melalui serangkaian pelatihan teknis yang intensif.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari manajemen kelompok yang belum optimal hingga masalah ketersediaan pakan yang sering kali menjadi kendala utama, terutama saat memasuki musim kemarau panjang.

Strategi Baru Situbondo Dongkrak Produksi Sapi
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Situbondo, Hendrayono, menjelaskan bahwa program peningkatan kapasitas ini dilakukan secara merata di beberapa titik. Kegiatan bimbingan teknis tersebut dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni Desa Sumberanyar di Kecamatan Banyuputih dan Desa Wonokoyo di Kecamatan Kapongan, pada pertengahan Oktober lalu.

COLLABMEDIANET

"Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memastikan bahwa para peternak sapi di Situbondo tidak hanya sekadar memelihara ternak, tetapi juga memiliki kelembagaan yang kuat, mandiri, dan profesional," ujar Hendrayono saat memberikan keterangan resmi di Situbondo.

Dalam upaya memberikan pemahaman yang komprehensif, Disnakan Situbondo tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng pakar dari berbagai perguruan tinggi untuk memberikan materi yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Untuk urusan manajemen dan penguatan ekonomi kelompok, pemerintah menghadirkan Riza Rachman, dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdurrachman Saleh (Unars) Situbondo.

Sementara itu, untuk menjawab tantangan teknis mengenai ketersediaan pakan, hadir pula Budi Prasetyo, seorang dosen dari Politeknik Negeri Jember. Fokus utama dalam sesi teknis ini adalah pelatihan pembuatan silase atau pakan hijau fermentasi. Teknologi silase ini dianggap sebagai solusi jitu agar peternak tetap bisa menyediakan pakan bernutrisi tinggi bagi sapi mereka, meskipun kondisi alam sedang mengalami kekeringan atau musim kemarau.

"Kami membekali mereka dengan keterampilan penyediaan pakan yang berkelanjutan. Dengan adanya teknologi pakan fermentasi ini, produksi dan kualitas sapi di Situbondo diharapkan tetap stabil dan terjaga kualitasnya tanpa terganggu faktor iklim," tambah Hendrayono.

Senada dengan hal tersebut, Riza Rachman selaku narasumber memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pemerintah daerah. Menurutnya, konsep kolaborasi tripartit yang melibatkan pemerintah, peternak, dan akademisi merupakan model yang sangat efektif untuk pembangunan daerah.

"Ini adalah langkah yang sangat progresif. Dengan melibatkan akademisi lintas perguruan tinggi, pemerintah daerah tidak hanya memberikan teori, tetapi juga solusi nyata untuk memperkuat kelembagaan peternak sekaligus menjawab tantangan pakan di musim kemarau," ungkap Riza.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program ini, Dinas Peternakan dan Perikanan Situbondo juga menyerahkan bantuan berupa berbagai alat pendukung peternakan kepada para peserta pelatihan. Diharapkan, bantuan alat ini dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja para peternak di lapangan. Melalui sinergi ini, Situbondo optimis dapat menjadi salah satu lumbung ternak yang tangguh di Jawa Timur.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar