Strategi Unej Bangun Desa Mandiri

Madurapost.co.id – Universitas Jember (Unej) kini tengah mempertegas komitmennya untuk tidak sekadar menjadi menara gading akademik, melainkan menjadi motor penggerak utama dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan. Melalui integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, kampus ini berupaya memastikan bahwa setiap riset yang lahir di ruang kelas dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga desa.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian acara Sarasehan, Expo, dan Temu Desa Binaan yang mengusung tema besar "Kampus Berdampak, Desa Berdaya: Kolaborasi Multipihak untuk Membangun Peradaban dan Kesejahteraan Desa". Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej ini digelar di Gedung Auditorium pada Selasa lalu.

Strategi Unej Bangun Desa Mandiri
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Rektor Unej, Iwan Taruna, dalam pidatonya menekankan sebuah paradigma baru dalam hubungan antara akademisi dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa desa tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai objek penelitian atau sekadar lokasi pengabdian semata. Menurutnya, desa adalah mitra strategis yang memiliki kearifan lokal dan pengalaman berharga yang harus dikolaborasikan dengan ilmu pengetahuan modern.

COLLABMEDIANET

"Desa adalah ruang kehidupan masyarakat tempat berkembangnya ekonomi lokal, budaya, dan berbagai persoalan pembangunan yang harus kita selesaikan bersama," ujar Iwan Taruna di hadapan para peserta.

Iwan juga memberikan catatan kritis mengenai indikator keberhasilan sebuah program pengabdian. Ia berpendapat bahwa kesuksesan kampus tidak boleh hanya diukur dari banyaknya jumlah pelatihan, publikasi ilmiah, atau banyaknya peserta yang hadir dalam sebuah seminar. Indikator yang jauh lebih krusial adalah dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat.

"Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah bagaimana dampaknya secara nyata. Ketika petani semakin produktif, UMKM berkembang, dan masyarakat desa semakin sejahtera melalui pemanfaatan teknologi, di situlah makna kampus berdampak benar-benar dirasakan," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala LP2M Unej, Prof. Yuli Witono, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-62 Unej. Dalam proses kurasi program pengabdian masyarakat tahun 2026, tercatat sebanyak 183 pendaftar yang kemudian disaring hingga terpilih 62 desa mitra. Dari jumlah tersebut, lima desa binaan terbaik dipilih untuk memaparkan praktik terbaik (best practices) hasil pendampingan mereka.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek, Prof. I Ketut Adnyana, yang hadir secara virtual, memberikan apresiasi atas transformasi paradigma perguruan tinggi. Ia menyebut bahwa kampus saat ini sedang bertransformasi dari tower of knowledge (menara pengetahuan) menjadi transformative university (universitas transformatif) yang menjadi penggerak perubahan bangsa.

Melalui kegiatan ini, Unej berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta dapat terus diperkuat. Tujuannya jelas: menjadikan desa sebagai fondasi utama kemajuan bangsa, bukan sekadar halaman belakang pembangunan, demi mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar