Surabaya (Madura Post) – Riuh rendah aktivitas di Balai Pemuda tak pernah surut, menjadi saksi bisu perjalanan panjang kesenian di Kota Pahlawan. Dari ruang-ruang ikonik ini, denyut nadi seni dirawat, diuji, dan diwariskan lintas generasi. Namun, di tengah dinamika perkotaan yang kian pesat, muncul sebuah pertanyaan mendasar: apakah ruang-ruang yang ada saat ini cukup untuk menampung spektrum kebudayaan yang jauh lebih luas dari sekadar seni pertunjukan?
Kini, Surabaya bersiap menyongsong era baru dengan rencana ambisius transformasi Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya (DKBS). Langkah ini bukan sekadar perubahan nama administratif, melainkan sebuah deklarasi bahwa kota ini siap menata ulang cara memahami, mengelola, dan memajukan kebudayaan secara holistik. Dalam konteks Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan


Related Post







Tinggalkan komentar