Teror Api Hutan Kepung Pemukiman Warga Tulungagung

Teror Api Hutan Kepung Pemukiman Warga Tulungagung

madurapost.co.id – Ketegangan mencekam menyelimuti Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Tulungagung pada Senin lalu. Kobaran api dari kebakaran hutan dan lahan karhutla yang tak terkendali mulai merayap mendekati rumah-rumah warga, memicu kepanikan dan kekhawatiran akan bencana yang lebih besar. Namun, di tengah ancaman itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkarmat Tulungagung bergerak cepat mengirimkan armada dan personel terbaiknya untuk berjibaku melawan amukan si jago merah.

Plt Kepala Damkarmat Tulungagung Galih Nusantoro menegaskan bahwa prioritas utama timnya adalah melindungi nyawa dan harta benda penduduk. "Kami fokus mengamankan permukiman warga," ujarnya, menggambarkan betapa gentingnya situasi saat itu. Api yang semula melahap kawasan hutan Perhutani di belakang Dusun Pasir, kini telah menjalar ke area perkebunan dan pekarangan penduduk.

Teror Api Hutan Kepung Pemukiman Warga Tulungagung
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Pemandangan mengerikan terlihat jelas di lokasi. Api yang ganas tak hanya mengancam deretan rumpun bambu yang mudah terbakar, tetapi juga mendekati kandang-kandang ternak milik warga. Bahkan, salah satu titik api hanya berjarak beberapa meter dari kandang kambing, membuat pemiliknya dilanda kecemasan luar biasa. "Rumpun bambunya sudah terbakar, sudah mendekat ke kolam ikan milik Pak Royanto. Kami fokus memadamkan api yang paling dekat permukiman," tambah Galih, menyoroti betapa dekatnya bahaya tersebut.

COLLABMEDIANET

Tim pemadam kebakaran berjuang keras menciptakan sekat bakar dan menyemprotkan air untuk mengisolasi kobaran api agar tidak meluas ke rumah-rumah. Namun, upaya mereka tidak mudah. Medan yang sulit dijangkau, terutama di area yang lebih tinggi, menjadi tantangan besar. Tekanan air dari selang pemadam tak mampu menjangkau titik-titik api di lereng atas, memaksa tim untuk membuat keputusan sulit. "Api yang ke arah naik kami biarkan karena tidak terjangkau selang kami. Setidaknya semua aman," jelas Galih, menunjukkan strategi pragmatis demi keselamatan warga.

Diperkirakan lahan seluas dua hingga tiga hektare telah hangus dilalap api dalam insiden ini. Ironisnya, area yang sama juga pernah menjadi sasaran amukan api pada tahun 2024, dengan titik awal api kerap muncul dari lereng pegunungan. Kejadian berulang ini menimbulkan pertanyaan tentang upaya pencegahan jangka panjang. Namun, untuk saat ini, Damkarmat Tulungagung tetap teguh pada misinya. Mereka terus mengutamakan pengamanan permukiman dan aset-aset penting milik warga, memastikan bahwa setiap upaya difokuskan untuk mencegah kerugian yang lebih besar akibat keganasan api hutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar