Banyuwangi (Madura Post) – Proyek pembangunan Pasar Induk Banyuwangi semakin mendekati kenyataan. Dengan progres yang kini telah mencapai 90 persen, pasar modern ini ditargetkan rampung pada Februari 2026, siap bertransformasi menjadi ikon baru yang tak hanya memajukan ekonomi lokal tetapi juga menarik wisatawan sebagai destinasi kuliner 24 jam di Bumi Blambangan.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, MY Bramuda, baru-baru ini memimpin peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi. Dalam kunjungan tersebut, tim melihat detail kemajuan, mulai dari pemasangan paving hingga kondisi interior bangunan yang megah dan fungsional. "Alhamdulillah, hari ini saya melihat langsung bersama teman-teman tim. Hasilnya cukup luar biasa, sehingga kita berharap ke depan pasar ini menjadi destinasi baru," ujar Bramuda dengan optimis. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari rapat khusus yang diminta Bupati beberapa minggu sebelumnya untuk memantau progres vital ini.

Bramuda menjelaskan, konsep Pasar Banyuwangi dirancang jauh melampaui fungsi pasar tradisional semata. Nantinya, pasar ini akan beroperasi non-stop selama 24 jam, dengan fokus kuat sebagai pusat kuliner yang beragam, menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Harapannya, perputaran ekonomi di Banyuwangi akan meningkat signifikan, menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha dan masyarakat luas. Dengan branding "naik kelas", Pasar Banyuwangi diharapkan menjadi landmark ikonik dan sejarah baru yang membanggakan bagi kabupaten ini.

Related Post
"Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus memberikan dukungan pada Banyuwangi. Semoga ke depan betul-betul bisa bermanfaat. Pedagang pasar segera bisa berpindah, serta bagaimana









Tinggalkan komentar