Tulungagung Membara Enam Kebakaran Sehari

Tulungagung Membara Enam Kebakaran Sehari

<strong>Madurapost.co.id – Situasi mencekam menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, setelah rentetan peristiwa kebakaran terjadi secara beruntun dalam waktu yang sangat singkat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung harus bekerja ekstra keras setelah menerima gelombang laporan kebakaran yang cukup masif hanya dalam kurun waktu satu hari pada Selasa lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat ada delapan laporan kebakaran yang masuk ke meja petugas. Dari total laporan tersebut, tim Damkarmat berhasil menerjunkan personel untuk menangani enam titik api. Sementara itu, dua kejadian lainnya berhasil dipadamkan secara mandiri oleh warga setempat karena lokasi kejadian yang dianggap cukup jauh dari jangkauan pemukiman padat.

Tulungagung Membara Enam Kebakaran Sehari
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kepala Seksi Evakuasi Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono, mengungkapkan bahwa fenomena kebakaran yang terjadi secara bersamaan ini merupakan kejadian yang sangat tidak biasa. Menurutnya, frekuensi laporan yang masuk dalam satu hari ini merupakan rekor tertinggi yang pernah tercatat di wilayah Tulungagung.

COLLABMEDIANET

"Hari ini kami menerima total delapan laporan kebakaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam laporan berhasil kami tangani dengan cepat oleh tim di lapangan," ujar Iwan saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Iwan merinci bahwa objek yang terbakar sangat beragam, mulai dari area pertanian hingga fasilitas peternakan warga. Beberapa titik yang menjadi fokus penanganan petugas meliputi kebakaran kandang ayam di Desa Geger, kandang kambing di Desa Karanganom, serta kebakaran lahan tebu yang cukup luas di Desa Sukowiyono.

Tak berhenti di situ, petugas juga bergerak cepat memadamkan api yang melalap rumpun bambu di Desa Padangan, kandang ternak di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, serta kebakaran lahan yang posisinya sangat mengkhawatirkan karena berada di dekat area permukiman warga di Desa Sidorejo.

Meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam rentetan musibah ini, kerugian materiil yang dialami warga cukup menyayat hati. Akibat api yang berkobar cepat, sekitar 8.000 ekor ayam dilaporkan mati terpanggang, ditambah dengan kematian empat ekor kambing milik warga.

Menanggapi situasi ini, pihak Damkarmat menekankan pentingnya kesiapsiagaan armada dan ketersediaan sumber air di lapangan. Iwan menyebutkan bahwa kecepatan respons tim sangat bergantung pada kondisi teknis kendaraan pemadam dan akses air yang memadai di lokasi kejadian.

Di akhir keterangannya, Iwan mengimbau seluruh lapisan masyarakat Tulungagung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya api. Ia meminta warga lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang menggunakan api terbuka, seperti membakar sampah atau kegiatan pertanian lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada. Kesiapan armada kami selalu kami jaga, namun kerja sama warga dalam mencegah api kecil agar tidak membesar juga sangat krusial," tutupnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar