Warga Tulungagung Terkejut ODHIV Hadir di CFD

Warga Tulungagung Terkejut ODHIV Hadir di CFD

madurapost.co.id – Pagi yang cerah di kawasan Car Free Day (CFD) Tulungagung mendadak diwarnai sebuah eksperimen sosial yang memancing perhatian publik. Komisi Penanggulangan AIDS Daerah KPAD Tulungagung pada Minggu lalu menggelar kegiatan edukasi sekaligus uji pemahaman masyarakat terkait HIV/AIDS. Langkah ini diambil untuk mengikis stigma yang masih melekat kuat pada Orang dengan HIV/AIDS ODHIV sekaligus meningkatkan empati warga.

Sekretaris KPAD Tulungagung Ifada Nur Rohmania menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengukur respons spontan masyarakat. Mereka ingin melihat sejauh mana tingkat empati publik serta menguji pemahaman mengenai fakta dan mitos seputar penularan HIV. "Kami menghadirkan langsung ODHIV untuk berinteraksi. Tujuannya jelas, melihat bagaimana masyarakat merespons dan seberapa jauh pemahaman mereka tentang HIV," ungkap Ifada.

Warga Tulungagung Terkejut ODHIV Hadir di CFD
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam eksperimen yang cukup berani ini KPAD melibatkan seorang ODHIV laki-laki untuk berinteraksi langsung dengan para pengunjung CFD. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya keraguan di sebagian masyarakat. Beberapa warga terlihat masih enggan untuk berinteraksi secara langsung bahkan sekadar berjabat tangan dengan ODHIV yang hadir. Fenomena ini secara gamblang memperlihatkan bahwa stigma dan ketakutan yang tidak berdasar masih menjadi tantangan besar.

COLLABMEDIANET

Selain interaksi langsung KPAD juga menyelenggarakan kuis edukatif yang berfokus pada jalur penularan HIV. Secara umum masyarakat telah memahami bahwa hubungan seksual berisiko merupakan salah satu jalur utama penularan virus tersebut. Namun demikian hasil edukasi juga mengungkap adanya kesalahpahaman yang masih bertahan. Banyak yang masih percaya bahwa HIV dapat menular melalui air liur atau kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan.

"Masih banyak warga yang mempercayai mitos bahwa HIV bisa menular lewat air liur atau sentuhan biasa padahal itu sama sekali tidak benar," tegas Ifada. Kesalahpahaman ini menjadi indikator penting bahwa edukasi yang lebih intensif dan tepat sasaran masih sangat dibutuhkan untuk meluruskan informasi yang keliru.

Keterlibatan langsung ODHIV dalam kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Greater Involvement of People Living with HIV/AIDS GIPA. Prinsip ini mendorong peran aktif penyandang HIV/AIDS dalam upaya pencegahan dan penghapusan stigma. Dengan tampil langsung dan berinteraksi mereka menjadi agen perubahan yang efektif membantu mendobrak tembok prasangka dan ketidaktahuan.

KPAD Tulungagung berharap pendekatan inovatif ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat secara signifikan. Tujuannya adalah mengurangi diskriminasi terhadap ODHIV sehingga mereka dapat hidup dan berinteraksi secara setara di lingkungan sosial tanpa rasa takut atau dihakimi. "Pendekatan semacam ini terbukti efektif dalam menekan angka diskriminasi di masyarakat. Harapan kami stigma negatif terhadap ODHIV bisa terus berkurang dan mereka diterima sepenuhnya," pungkas Ifada.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar