Madurapost.co.id – Persiapan matang tengah dilakukan oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC menjelang laga krusial melawan Arema FC dalam lanjutan kompetisi Super League. Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu esok, tim asuhan Oscar Bruzon ini menyadari betul bahwa menghadapi Singo Edan bukanlah perkara mudah.
Pelatih Bhayangkara FC, Oscar Bruzon, secara terbuka mengungkapkan bahwa salah satu aspek yang paling diwaspadai oleh anak asuhnya adalah efektivitas Arema FC dalam memanfaatkan situasi bola mati atau setpiece. Menurutnya, skema ini telah menjadi senjata mematikan yang sering kali merepotkan lawan-lawan mereka.

"Arema memiliki kekuatan yang sangat besar saat situasi setpiece. Selain itu, dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka juga sangat berbahaya melalui pergerakan pemain yang sangat cair, terutama di sektor tengah dan lini depan," ujar Oscar Bruzon dalam sesi konferensi pers yang dilakukan secara daring dari Malang, Jumat.

Related Post
Oscar menegaskan bahwa timnya tidak tinggal diam. Ia mengaku telah melakukan analisis mendalam terhadap pola permainan Arema FC. Berbagai skenario telah disiapkan untuk mematikan ancaman tersebut, termasuk cara mengantisipasi transisi cepat lawan dari mode bertahan ke menyerang yang sering kali mengejutkan.
Selain fokus pada bola mati, Oscar juga memberikan instruksi khusus kepada para pemainnya agar tidak lengah terhadap tekanan atau pressing yang akan dilakukan oleh tuan rumah sejak menit awal pertandingan. Kedisiplinan dalam menjaga posisi menjadi kunci utama agar lini pertahanan tidak mudah ditembus.
Meskipun menghadapi tantangan berat, Oscar tetap menaruh optimisme tinggi bahwa Bhayangkara FC mampu membawa pulang poin dari Malang. Timnya saat ini sedang dalam tren positif dengan catatan belum terkalahkan dalam tiga laga pembuka, dengan raihan lima poin dari satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Demi menjaga tren positif tersebut, Oscar telah menyiapkan komposisi pemain terbaiknya. Ia juga mengakui adanya kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi lini belakang. Selama tiga pertandingan awal, gawang Bhayangkara telah bobol sebanyak tiga kali, sebuah angka yang dianggapnya perlu diperbaiki meski lini serang mereka saat ini tergolong yang terbaik di liga.
"Kami memiliki sektor penyerangan yang sangat tajam, namun di sisi pertahanan, kami masih sering kebobolan meski lawan tidak mendapatkan banyak peluang. Antisipasi terhadap celah inilah yang menjadi fokus utama latihan kami sepanjang minggu ini," tutup pelatih asal Brasil tersebut.










































Tinggalkan komentar