madurapost.co.id – Kepolisian Resor Tulungagung bergerak cepat mengusut tuntas insiden berdarah yang mengguncang ketenangan warga Boyolangu Jawa Timur Sebuah toko kelontong menjadi saksi bisu aksi pembacokan brutal terhadap penjaga toko Petugas berhasil meringkus terduga pelaku hanya dalam hitungan jam setelah kejadian menegaskan komitmen penegakan hukum serta keamanan masyarakat.
Juru bicara Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto pada Rabu membeberkan identitas korban TS seorang pemuda 21 tahun asal Kabupaten Sumenep Madura Ia kini terbaring lemah di RSUD dr Iskak Tulungagung akibat luka serius dari serangan brutal itu Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah toko kelontong di Desa Wajak Lor Kecamatan Boyolangu pada Selasa malam sekitar pukul 22.50 WIB.

Menurut keterangan Iptu Nanang insiden bermula saat terduga pelaku berinisial MFA 35 tahun warga Desa Kepuh Kecamatan Boyolangu mendatangi toko korban untuk membeli bahan bakar minyak BBM Adik korban sempat melayani permintaan pelaku mengisi BBM ke sepeda motornya Namun ketegangan muncul setelah pengisian selesai Pelaku diduga menolak membayar sehingga memicu cekcok sengit dengan adik korban.

Related Post
Mendengar keributan itu korban TS segera keluar dari dalam toko berniat melerai pertengkaran Namun situasi justru memburuk Pelaku MFA yang diduga sudah terbakar emosi justru melancarkan serangan membabi buta menggunakan senjata tajam jenis golok Akibatnya TS menderita luka bacok parah ia segera dilarikan ke RSUD dr Iskak untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian mengerikan itu tidak tinggal diam Mereka segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian Menindaklanjuti laporan ini tim Unit Resmob Macan Agung Polres Tulungagung langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif serta pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri.
Ketangkasan petugas membuahkan hasil gemilang Terduga pelaku MFA berhasil diamankan di kediamannya pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB hanya beberapa jam setelah aksi keji itu terjadi Selain meringkus pelaku polisi juga menyita barang bukti krusial berupa golok yang diduga kuat digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut Golok itu kini menjadi bukti penting dalam proses hukum.
Saat ini terduga pelaku MFA masih menjalani pemeriksaan mendalam di Satreskrim Polres Tulungagung Kasus ini terus didalami untuk mengungkap motif sebenarnya serta memastikan semua fakta terungkap Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini demi memberikan rasa keadilan bagi korban serta menjaga ketertiban umum di wilayah Tulungagung.










































Tinggalkan komentar