madurapost.co.id – Sebuah instruksi mengejutkan datang dari pucuk pimpinan negara Presiden Prabowo Subianto yang secara gamblang memerintahkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mengerahkan seluruh kekuatan demi mengungkap tuntas unsur pidana di balik kebakaran hutan dan lahan karhutla yang melanda Sumatera dan Kalimantan. Perintah tegas ini menandai babak baru dalam penanganan bencana asap yang kerap berulang.
Presiden Prabowo dengan nada serius menyatakan keyakinannya bahwa sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha saja tidak akan pernah cukup untuk memberikan daya gentar bagi para aktor di balik karhutla. "Kapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi di bawah kalian selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini" tegas Prabowo sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk tidak lagi memberikan kelonggaran kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Instruksi penting tersebut disampaikan Presiden dalam sebuah rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan RI Jakarta baru-baru ini. Rapat tersebut dilaksanakan secara hibrida melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara baik yang hadir langsung maupun melalui konferensi video. Dalam pertemuan itu Presiden menerima laporan terkini mengenai upaya penanggulangan karhutla di dua pulau besar serta langkah-langkah mitigasi yang akan diambil dalam satu setengah bulan ke depan mengingat periode ini masih dianggap sangat rawan.

Related Post
Prabowo juga dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan lagi menoleransi atau memberikan ampunan kepada perusahaan-perusahaan yang terbukti menjadi penyebab kebakaran. "Saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab kita harus cabut semua izinnya dan bila perlu setelah dicabut tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang" ujar Presiden menggarisbawahi tekadnya.
Setelah memberikan arahan khusus kepada Kapolri Presiden juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Ancaman karhutla diperkirakan masih akan membayangi hingga satu setengah bulan mendatang. "Kita harus punya stamina ketahanan. Tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan tetapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh" pungkas Prabowo.
Rapat terbatas mengenai karhutla ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting negara. Di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Mensesneg Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah karhutla secara komprehensif dan terpadu.










































Tinggalkan komentar