Festival Film Smekdor Guncang Dunia Kreatif AI

Festival Film Smekdor Guncang Dunia Kreatif AI

madurapost.co.id – Surabaya kembali menjadi sorotan dunia perfilman nasional dengan kembalinya perhelatan akbar Festival Film Surabaya (FFS) tingkat nasional. Digagas oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dr Soetomo atau yang akrab disapa Smekdor, festival tahunan ini membawa sebuah gebrakan revolusioner: pembukaan kategori film pendek berbasis kecerdasan buatan (AI). Ini bukan sekadar ajang biasa, melainkan sebuah lompatan besar dalam mengakomodasi perkembangan teknologi di ranah seni visual.

Juliantono Hadi, Kepala SMK Dr Soetomo Surabaya, mengungkapkan bahwa FFS merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung sejak 2019, sempat vakum pada 2020 akibat pandemi global. "Ini adalah edisi kedelapan sejak pertama kali kami selenggarakan," ujarnya di Surabaya. FFS Nasional 2026 ini secara resmi membuka pendaftaran mulai 11 September hingga 10 November 2026, memberikan kesempatan luas bagi para sineas muda dan pegiat film untuk unjuk gigi.

Festival Film Smekdor Guncang Dunia Kreatif AI
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Anton, sapaan akrab Juliantono, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk menjadi wadah ekspresi kreativitas para pelajar sekaligus memperkenalkan seluk-beluk dunia perfilman di lingkungan pendidikan. Keunikan FFS Smekdor terletak pada fokusnya yang mengutamakan karya siswa, sebuah inisiatif yang jarang ditemukan di festival film lain di Surabaya. Tidak hanya itu, festival ini juga mengundang partisipan dari luar daerah, bahkan menyediakan fasilitas akomodasi untuk mendukung keterlibatan mereka.

COLLABMEDIANET

Inovasi terbesar tahun ini adalah kategori film berbasis AI. Anton dengan bangga menyatakan, "Ini adalah festival film AI pertama di Indonesia." Penambahan kategori ini menjadi bukti nyata komitmen Smekdor dalam merespons dan mengakomodasi pesatnya perkembangan teknologi dalam industri kreatif. Harapannya, FFS dapat menjadi katalisator yang menggerakkan dunia seni fotografi dan perfilman, sekaligus memperkuat eksistensi dan keterampilan siswa di era digital.

Sol Amrida, Guru Produksi Film Smekdor, merinci empat kategori kompetisi yang dibuka pada FFS Nasional 2026: film fiksi pendek pelajar, film dokumenter pendek pelajar, film pendek mahasiswa atau umum, serta kategori paling menarik, film fiksi berbasis AI. "Pendaftaran tidak dipungut biaya. Karya peserta akan melewati proses kurasi ketat sebelum dinilai oleh juri-juri nasional yang kompeten," terang Sol. Kompetisi ini terbuka lebar bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Durasi film untuk kategori pelajar berkisar 5 hingga 15 menit, sementara untuk mahasiswa atau umum maksimal 25 menit. Karya yang didaftarkan harus merupakan produksi tahun 2025 atau 2026.

Mengusung tema puitis "Berakit-rakit ke Hulu, Berlayar Menuju Layar Baru" dengan subtema "Suara Generasi, Cerita Masa Kini", FFS

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar