madurapost.co.id – Sebuah terobosan penting digagas untuk para akademisi di Jawa Timur. Cipta Media Nusantara kini memfasilitasi dosen agar hasil riset dan pemikiran ilmiah mereka tidak hanya tersimpan di perpustakaan kampus, melainkan bertransformasi menjadi buku yang dapat dinikmati khalayak luas. Langkah ini diharapkan mampu memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat dari sumber-sumber perguruan tinggi.
Suryadi selaku Pendiri dan Direktur Cipta Media Nusantara mengungkapkan bahwa ekosistem akademik yang masif di Jawa Timur merupakan lahan subur bagi penyebarluasan gagasan dan temuan penelitian melalui publikasi buku. Data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi menunjukkan Jawa Timur mendominasi dengan 44.144 dosen, setara 13,4 persen dari total nasional. Provinsi ini juga membanggakan diri dengan 149 perguruan tinggi dan 2.046 profesor, menjadikannya pusat pendidikan tinggi terbesar di Indonesia.

Menurut Suryadi, banyak dosen sebenarnya telah memiliki modal intelektual yang melimpah. Tesis, disertasi, laporan penelitian, hingga materi ajar adalah harta karun pengetahuan yang siap diolah. "Tantangan utamanya adalah bagaimana mengubah dokumen-dokumen akademik ini menjadi buku yang lebih komunikatif dan memberikan dampak yang lebih besar," jelasnya. Potensi besar ini seringkali terhenti di ranah akademis tanpa menyentuh pembaca umum.

Related Post
Menjawab kebutuhan krusial ini Cipta Media Nusantara meluncurkan program Lokakarya Penulisan Buku untuk Dosen. Mengusung tema "Penguatan Tridharma dan Karier Akademik Dosen melalui Strategi Penulisan dan Penerbitan Buku Akademik", lokakarya ini membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang jenis dan sistematika buku akademik. Para dosen dibimbing untuk mengidentifikasi materi yang sudah ada menentukan fokus tulisan menyusun kerangka hingga memetakan bagian tesis atau disertasi yang berpotensi dikembangkan menjadi buku.
Program intensif ini dipandu oleh Maharani Dewi M.Hum seorang editor berpengalaman dari Cipta Media Nusantara yang ahli dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku siap terbit dengan nomor ISBN. Suryadi menekankan bahwa proses ini bukan sekadar memindahkan isi tesis atau disertasi secara utuh. "Prinsipnya adalah transformasi substansi karena buku memiliki karakter struktur dan tujuan komunikasi yang berbeda dengan karya penelitian," imbuhnya.
Lokakarya ini dirancang sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan. Setelah sesi seminar dan workshop peserta dapat melanjutkan ke tahap klinik manuskrip mentoring proses penerbitan hingga dokumentasi karya dalam bentuk buku ber-ISBN. Suryadi juga menegaskan bahwa penerbitan buku akademik adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk memperluas akses terhadap pengetahuan yang dihasilkan para akademisi. Penerbit memiliki peran vital bukan hanya dalam produksi tetapi juga memastikan pengetahuan ini sampai kepada pembaca dengan bentuk yang tepat.








































Tinggalkan komentar