Madurapost.co.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah Jawa Timur tengah mengambil langkah strategis untuk mempererat hubungan dengan akar rumput. Dalam upaya memperkuat basis sosial dan spiritual, DPW PKS Jawa Timur secara khusus menggelar pertemuan silaturahmi dengan jajaran kiai serta tokoh masyarakat guna meminta arahan dan nasihat demi kemaslahatan umat.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor DPW PKS Jatim ini mengusung tema "Bersatu dalam Kebaikan, Harmoni dalam Keberagaman". Agenda ini bukan sekadar seremoni politik biasa, melainkan sebuah ruang dialog terbuka untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara partai dengan para pemuka agama di Jawa Timur.

Ketua Bidang Pembinaan dan Kerukunan Beragama (BPUKB) DPP PKS, Prof. Dr. KH. Ali Ahmadi, MA., Al Hafidz, menegaskan pentingnya kerendahan hati sebuah organisasi politik untuk mendengar suara para ulama. Ia menyatakan bahwa nasihat dari para kiai sangat dibutuhkan agar langkah-langkah yang diambil PKS selalu selaras dengan kebutuhan masyarakat luas.

Related Post
"Kami memohon nasihat dari para kiai dan tokoh yang hadir demi kebaikan PKS ke depan," ujar sosok yang akrab disapa Kiai Ali Qurani tersebut. Ia juga menekankan bahwa silaturahmi tidak boleh bersifat musiman atau hanya dilakukan saat menjelang momentum politik tertentu, melainkan harus menjadi komunikasi yang berkelanjutan dan menyentuh hingga ke daerah-daerah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan momentum penting untuk membuka telinga dan hati bagi partai. Menurutnya, PKS ingin memastikan bahwa setiap pengabdian yang dilakukan di Jawa Timur tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
"Bagi kami, ini adalah ruang untuk belajar. Kami ingin mendengar dan menerima masukan agar kehadiran PKS benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutur Bagus.
Dalam diskusi tersebut, muncul berbagai masukan konstruktif dari para tokoh agama. KH Solachul Aam Wahib Wahab menyarankan agar PKS tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, tetapi harus turun langsung ke tingkat desa. Ia mendorong kader PKS untuk aktif dalam kegiatan keagamaan yang sudah mendarah daging di masyarakat, seperti pengajian, ziarah, tahlilan, hingga kegiatan membaca Al-Qur’an. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya merangkul generasi muda dan mahasiswa agar terjadi kesinambungan kepemimpinan di masa depan.
Tokoh lainnya, Habib Taufik dan KH Zaenudin Husni, juga menekankan pentingnya menghilangkan jarak dan prasangka melalui kehadiran fisik di tengah aktivitas sosial masyarakat. Mereka menyarankan agar pengurus partai hadir dalam kegiatan sosial tanpa harus selalu membawa atribut formal yang kaku.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua BPUKB DPW PKS Jatim, Darmidi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program kerja kepengurusan periode 2025–2029. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi besar dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah kebangsaan di Jawa Timur melalui sinergi yang nyata dan berkelanjutan.










































Tinggalkan komentar