Antrean Ketapang Mengular ASDP Kerahkan Armada

Antrean Ketapang Mengular ASDP Kerahkan Armada

Madurapost.co.id – Kondisi lalu lintas di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali tengah menjadi sorotan tajam. Akibat lonjakan volume kendaraan, antrean panjang sempat terjadi di sisi Jawa Timur, yang berdampak pada waktu tunggu para pengguna jasa penyeberangan. Menanggapi situasi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat dengan melakukan penguatan kapasitas angkut guna mengurai kepadatan di lapangan.

Direktur PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat dan pelaku distribusi logistik atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia mengakui bahwa keterlambatan dan waktu tunggu yang lama merupakan kendala serius yang harus segera ditangani agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun kelancaran arus barang.

Antrean Ketapang Mengular ASDP Kerahkan Armada
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Fokus utama kami saat ini adalah mempercepat penguraian antrean secara terukur. Kami berupaya mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia, namun tetap dengan catatan utama tidak mengurangi aspek keselamatan pelayaran sedikit pun," ujar Heru Widodo dalam keterangan resminya di Banyuwangi.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data pemantauan lapangan hingga Selasa (29/9) pukul 06.00 WIB, antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Ketapang tercatat mencapai panjang sekitar 8,5 kilometer. Titik ekor antrean terpantau berada di sekitar kawasan Pantai Sangkong dan Parasputih. Mayoritas kendaraan yang terjebak dalam antrean tersebut adalah kendaraan logistik, dengan estimasi waktu tunggu mencapai 34 menit. Berbeda dengan sisi Ketapang, kondisi di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan terpantau lancar tanpa adanya antrean kendaraan yang signifikan.

Untuk mengatasi persoalan ini, ASDP telah menerapkan strategi dinamis dalam pola operasional kapal. Heru menjelaskan bahwa distribusi muatan dan pola perjalanan diatur sedemikian rupa mengikuti fluktuasi antrean di kedua sisi lintasan. Jika salah satu sisi sudah mulai terkendali, maka kapasitas kapal akan segera dialihkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan di sisi yang masih mengalami kepadatan.

Sebagai langkah konkret, ASDP telah mengerahkan sebanyak 27 kapal untuk melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk. Penguatan ini mencakup pola perjalanan hingga 8 trip per kapal. Armada yang dikerahkan terdiri dari 14 kapal reguler yang beroperasi melalui Dermaga MB dan sembilan kapal reguler melalui Dermaga LCM.

Tak hanya mengandalkan armada reguler, perusahaan pelat merah ini juga menambah kekuatan dengan menghadirkan empat kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB). Dari jumlah tersebut, satu kapal ditempatkan di Dermaga MB dan tiga kapal lainnya disiagakan di Dermaga LCM.

Pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh langkah teknis ini terus dievaluasi secara berkala. Tujuannya adalah agar proses pemulihan layanan dapat berlangsung efektif hingga kondisi arus penyeberangan kembali stabil dan normal seperti sedia kala. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi terkini terkait jadwal penyeberangan demi kelancaran perjalanan mereka.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar