Misteri Flora Baru di Lereng Gunung Semeru

Misteri Flora Baru di Lereng Gunung Semeru

Madurapost.co.id – Kabar menggembirakan datang dari jantung kekayaan alam Jawa Timur. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara resmi mengumumkan penemuan spesies flora baru yang memperkaya khazanah keanekaragaman hayati di Indonesia. Spesies yang diberi nama ilmiah Clerodendrum ismaili H.Sant.& Sudarmono ini ditemukan di kawasan Ranu Darungan, yang terletak di lereng selatan Gunung Semeru.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan bahwa penemuan ini merupakan catatan penting bagi dunia botani. Penemuan tersebut bukan sekadar pengamatan sekilas di lapangan, melainkan hasil dari proses identifikasi yang sangat ketat dan mendalam. Tim ahli melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap karakter morfologi, baik pada spesimen tumbuhan yang telah diawetkan maupun pada tumbuhan yang masih hidup di habitat aslinya.

Misteri Flora Baru di Lereng Gunung Semeru
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Untuk memastikan keaslian spesies ini, pihak TNBTS melakukan perbandingan mendetail dengan koleksi Herbarium bogoriense. Selain itu, kajian literatur yang luas serta penggunaan kunci identifikasi taksonomi dilakukan guna memastikan bahwa tanaman ini memang spesies yang berbeda dari jenis lainnya. Seluruh rangkaian penelitian ini kemudian dituangkan dalam sebuah naskah ilmiah berjudul "Clerodendrum ismaili (Lamiaceae), a new species from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia".

COLLABMEDIANET

Menariknya, nama "Ismaili" yang disematkan pada spesies ini bukan tanpa alasan. Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Ismail, salah satu kader konservasi di TNBTS yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendukung upaya pelestarian di kawasan Ranu Darungan. Naskah ilmiah mengenai temuan ini telah diterima oleh jurnal internasional Phytotaxa pada September 2026 dan resmi dipublikasikan tak lama setelahnya.

Kronologi penemuan bermula pada 26 Februari 2026, saat tim sedang melakukan patroli biodiversitas rutin di wilayah kerja Resort Pengelola Taman Nasional (PTN) Ranu Darungan, Kabupaten Lumajang. Setelah penemuan awal tersebut, tim langsung bergerak cepat melakukan observasi intensif mulai Mei hingga Juli 2026. Mereka mendata habitat, sebaran lokal, jumlah populasi, hingga fenologi tanaman tersebut.

Berdasarkan hasil pendataan, ditemukan sekitar 12 individu dewasa yang dalam kondisi sehat. Meski jumlahnya tergolong sedikit, keberadaan mereka menjadi bukti pentingnya menjaga ekosistem hutan sub-pegunungan. Clerodendrum ismaili diketahui tumbuh subur pada ketinggian 825 hingga 950 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepat di bawah tajuk hutan yang rapat dengan kondisi lingkungan yang teduh dan lembap.

Secara fisik, tanaman dari suku Lamiaceae ini merupakan tumbuhan perdu tegak yang mampu tumbuh hingga ketinggian 2,4 meter. Ciri khasnya terletak pada bunga berwarna putih dengan mahkota yang memiliki rambut halus atau kasar, serta tepi daun yang rata atau sedikit bergerigi. Meski memiliki kemiripan dengan Clerodendrum calamitosum Linnaeus, perbedaan karakter vegetatif dan reproduktif yang konsisten menjadikannya spesies yang unik dan berdiri sendiri.

Mengingat populasinya yang masih terbatas dan sebarannya yang sangat spesifik, Balai Besar TNBTS berkomitmen untuk memberikan perhatian ekstra. Upaya perlindungan dan pengawetan akan menjadi prioritas utama guna memastikan eksistensi flora langka ini tetap terjaga di masa depan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan upaya konservasi hayati di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar