Madurapost.co.id – Warga di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan besar pada Minggu pagi. Peristiwa alam ini terjadi tepat saat sebagian besar masyarakat masih terlelap, yakni pada pukul 05.55 WIB. Gempa yang tercatat memiliki magnitudo 6,1 tersebut menimbulkan getaran yang cukup terasa di sejumlah wilayah sekitarnya.
Berdasarkan data teknis yang dirilis oleh otoritas terkait, pusat gempa terletak di kawasan perairan, tepatnya sekitar 14 kilometer arah barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kedalaman pusat gempa tergolong dangkal, yakni hanya berada di kedalaman 10 kilometer dengan titik koordinat 9,70 LS dan 118,92 BT. Meskipun kekuatan guncangannya cukup signifikan, pihak berwenang memastikan bahwa fenomena alam ini tidak memiliki potensi untuk memicu gelombang tsunami.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resminya di Jakarta, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan sementara, guncangan dirasakan cukup kuat selama kurang lebih satu menit. Dampak getaran ini tidak hanya dirasakan oleh warga di Sumba Barat Daya, tetapi juga merambat hingga ke Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Manggarai Barat.

Related Post
Meski guncangan terasa cukup intens, situasi di lapangan dilaporkan masih dalam keadaan kondusif. Masyarakat yang terbangun akibat gempa cenderung tetap tenang dan tidak terjadi kepanikan massal yang luas. Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pemantauan intensif di berbagai titik untuk memastikan kondisi keamanan warga. Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya kerusakan bangunan yang fatal maupun jatuhnya korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Menanggapi kejadian ini, BNPB mengeluarkan imbauan agar seluruh lapisan masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu atau berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi dari instansi pemerintah terkait guna mendapatkan data yang akurat mengenai perkembangan situasi pascagempa.
Selain itu, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan. BNPB menyarankan warga agar menghindari bangunan yang sudah menunjukkan tanda-tanda retak atau kerusakan struktur. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, disarankan untuk sementara waktu tidak berada di tepi pantai guna menjaga keselamatan diri. Langkah preventif ini sangat penting dilakukan mengingat karakteristik gempa dangkal yang seringkali diikuti oleh aktivitas seismik lanjutan.
Melansir informasi dari madurapost.co.id, koordinasi antarlembaga penanggulangan bencana terus diperkuat untuk memastikan bantuan dan pemantauan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara cepat dan tepat.










































Tinggalkan komentar