Madurapost.co.id – Kota Surabaya kini tengah menghadapi tantangan ganda, yakni cuaca panas yang menyengat serta meningkatnya polusi debu akibat masifnya proyek pembangunan infrastruktur di berbagai sudut kota. Menanggapi situasi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan kegiatan pembasahan jalan di sejumlah titik strategis.
Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan. Kehadiran proyek-proyek seperti perbaikan drainase dan pemasangan box culvert di banyak ruas jalan telah memicu munculnya debu yang mengganggu pernapasan serta kenyamanan warga. Selain itu, suhu udara yang tinggi menuntut adanya upaya mitigasi agar lingkungan perkotaan tetap terasa sejuk dan layak huni.

Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun jadwal rutin untuk memastikan efektivitas penyiraman. Strategi yang diterapkan adalah dengan membagi waktu operasional menjadi dua sesi utama, yakni siang dan malam hari, dengan fokus sasaran yang berbeda sesuai kebutuhan lingkungan.

Related Post
"Pada siang hari, prioritas utama petugas adalah menyasar ruas-ruas jalan yang berada di sekitar lokasi proyek pembangunan. Fokus kami adalah menekan debu agar tidak terbang dan mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan," ujar Rokhim saat memberikan keterangan pada Jumat.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian khusus pada siang hari meliputi Jalan Tanjungsari, Panjang Jiwo, Lidah Wetan, Dharmahusada, Ahmad Yani, hingga kawasan Ngagel. Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki tingkat aktivitas pembangunan yang tinggi sehingga potensi debunya sangat besar.
Menariknya, saat matahari mulai terbenam, fokus petugas pun berubah. Pada malam hari, armada pemadam tidak lagi menyasar jalanan berdebu, melainkan beralih ke area hijau. Petugas melakukan penyiraman di sejumlah taman pasif yang terletak di sepanjang jalur protokol. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembapan tanah dan memastikan tanaman di taman-taman kota tetap tumbuh subur meski di tengah cuaca ekstrem.
Untuk mendukung misi ini, DPKP Surabaya mengerahkan kekuatan armada secara maksimal. Setiap harinya, rata-rata delima hingga sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pembasahan. Penentuan lokasi juga tidak hanya berdasarkan pemetaan internal, tetapi juga sangat responsif terhadap keluhan masyarakat.
"Kami bergerak berdasarkan kebutuhan di lapangan dan juga laporan warga yang masuk melalui hotline. Jika ada titik yang dianggap sangat berdebu atau membutuhkan penanganan segera, armada dari pos pemadam kebakaran terdekat akan langsung meluncur ke lokasi," tambah Rokhim.
Melalui langkah intensif ini, Pemerintah Kota Surabaya berharap kualitas udara di kota pahlawan dapat tetap terjaga, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi warga yang tengah beraktivitas di tengah cuaca panas yang melanda belakangan ini. Upaya ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kenyamanan publik.








































Tinggalkan komentar