Pacitan Makin Terkoneksi Lewat Proyek Baru

Pacitan Makin Terkoneksi Lewat Proyek Baru

Madurapost.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menuntaskan pembangunan dan perbaikan empat titik infrastruktur vital di Kabupaten Pacitan pada tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan aksesibilitas warga sekaligus memulihkan konektivitas wilayah yang sebelumnya sempat terputus akibat bencana alam.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, secara resmi meresmikan sejumlah proyek infrastruktur penting pada Jumat lalu. Proyek yang diresmikan meliputi perbaikan jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman, pelebaran ruas jalan Arjosari-Purwantoro, pembangunan kembali Jembatan Kaligoro II, serta pembangunan talud pengaman jalan di kawasan Karanggede-Jatimalang.

Pacitan Makin Terkoneksi Lewat Proyek Baru
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Dalam keterangannya, Khofifah menekankan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan bukan sekadar proyek fisik semata. Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya besar pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah pedesaan. Dengan akses jalan yang lebih baik, roda ekonomi diharapkan dapat berputar lebih cepat.

COLLABMEDIANET

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah perbaikan jalan napak tilas gerilya Jenderal Sudirman di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. Jalur bersejarah sepanjang 2,25 kilometer ini telah ditingkatkan kapasitasnya. Jika sebelumnya lebar jalan hanya sekitar dua meter, kini jalan tersebut telah diperlebar menjadi 2,5 hingga 3 meter. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp2,855 miliar ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas warga setempat.

Selain itu, Pemprov Jatim juga telah menyelesaikan proyek pelebaran ruas Arjosari-Purwantoro hingga perbatasan Provinsi Jawa Tengah di Kecamatan Nawangan. Proyek besar dengan nilai kontrak mencapai Rp13 miliar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan agar distribusi barang dari dan menuju Pacitan menjadi lebih lancar.

Tidak hanya soal jalan, pemulihan pascabencana juga menjadi prioritas. Jembatan Kaligoro II di Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, yang sempat rusak akibat banjir, kini telah dibangun kembali menggunakan konstruksi Bailey. Jembatan sepanjang 30 meter ini menelan biaya Rp4,47 miliar. Selain itu, untuk mencegah longsor, telah dibangun talud pengaman jalan di Karanggede-Jatimalang menggunakan konstruksi bronjong dengan nilai investasi Rp1,51 miliar.

Khusus untuk penanganan infrastruktur yang terdampak bencana, pemerintah menggunakan alokasi Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Seluruh pengerjaan ini berada di bawah kendali Dinas PU Bina Marga Jatim melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Pacitan.

Khofifah menambahkan bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana sangat krusial agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, baik untuk menjangkau fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, maupun pusat-pusat ekonomi. Ia juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun dan tetap waspada terhadap potensi bencana alam di masa mendatang.

Manfaat nyata dari pembangunan ini dirasakan langsung oleh warga. Nurani, salah seorang warga Desa Kasihan, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan jalan tersebut. Ia mengaku, kondisi jalan yang kini jauh lebih baik sangat memudahkan warga untuk pergi ke pasar maupun mengantar anak ke sekolah, terutama saat musim hujan tiba.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar