Stok Pertalite di Tulungagung Menipis Drastis

Stok Pertalite di Tulungagung Menipis Drastis

Madurapost.co.id – Kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, tengah mengalami situasi yang mengkhawatirkan. Pasokan energi subsidi tersebut dilaporkan merosot tajam hingga mencapai separuh dari volume normal, yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Fenomena ini terungkap setelah Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakkum) Tulungagung melakukan inspeksi mendadak ke beberapa titik distribusi. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Tulungagung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah melakukan pengecekan langsung di SPBU wilayah Karangwaru, Terminal, hingga Bago pada Jumat lalu.

Stok Pertalite di Tulungagung Menipis Drastis
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Tulungagung, Ipda Muhroji, menjelaskan bahwa langkah investigasi ini diambil untuk membedah penyebab utama terjadinya penumpukan kendaraan di area SPBU. Menurutnya, selain masalah pasokan, terdapat pergeseran perilaku konsumen yang turut memperkeruh keadaan.

COLLABMEDIANET

"Memang terlihat ada antrean yang sangat panjang di SPBU. Hal ini dipicu oleh adanya peralihan pengguna BBM dari jenis Pertamax ke Pertalite," ujar Muhroji saat memberikan keterangan kepada media.

Hasil investigasi di lapangan menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan terkait volume distribusi. Jika sebelumnya pasokan Pertalite yang masuk ke SPBU mencapai angka 16 kiloliter, kini jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 8 kiloliter saja. Penurunan pasokan yang signifikan ini tercatat sudah berlangsung selama kurang lebih dua pekan terakhir.

Meskipun secara umum stok BBM di beberapa titik masih tersedia, namun ketidakseimbangan antara jumlah pasokan dan tingginya permintaan membuat beberapa SPBU seringkali mengalami kekosongan stok secara mendadak. Muhroji juga menambahkan bahwa kendala serupa diduga tidak hanya terjadi di Tulungagung, melainkan juga mulai dirasakan di sejumlah daerah tetangga.

Di sisi lain, pihak pengelola SPBU turut memberikan penjelasan mengenai kendala logistik yang mereka hadapi. Manager Pengawas SPBU Bago Tulungagung, Bintar Yuliani, mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada jalur distribusi yang mengalami perubahan mendadak.

"Selama dua minggu terakhir, terjadi perubahan rute pengiriman. Jika biasanya pasokan dikirim langsung dari Malang, kini dialihkan melalui Madiun dan Boyolali. Perubahan jalur ini membuat waktu kedatangan BBM menjadi jauh lebih lama dari biasanya," ungkap Bintar.

Keterlambatan pengiriman ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang sangat tinggi terhadap Pertalite. Begitu truk tangki tiba di SPBU, stok langsung ludes diborong oleh konsumen yang sudah mengantre, sehingga ketersediaan BBM tidak mampu bertahan lama di tangki penyimpanan SPBU. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah agar distribusi energi subsidi tetap terjaga demi kelancaran mobilitas warga.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar