Madurapost.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun tengah melakukan langkah serius dalam meningkatkan standar keselamatan transportasi kereta api. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan melakukan perbaikan geometri pada tiga titik perlintasan sebidang yang terletak di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Langkah pemeliharaan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 26 hingga 31 Oktober 2026. Fokus utama dari proyek ini adalah untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi prima, sehingga keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga dengan maksimal bagi seluruh penumpang.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa agenda pemeliharaan ini merupakan bagian integral dari program peningkatan kualitas infrastruktur secara menyeluruh. Menurutnya, perbaikan geometri ini sangat krusial untuk menjamin kelancaran serta kenyamanan perjalanan kereta api di wilayah tersebut.

Related Post
"Setelah sebelumnya tim kami fokus melakukan perbaikan geometri di wilayah Kabupaten Kediri, mulai tadi malam tim teknis kami sudah merapat ke wilayah Kabupaten Tulungagung untuk memulai pekerjaan," ujar Tohari dalam keterangan resminya di Tulungagung.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, terdapat tiga lokasi utama yang menjadi sasaran perbaikan. Pertama, perbaikan akan dilakukan di JPL Nomor 238 yang berlokasi di Jalan Pesantren, Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, pada tanggal 26 hingga 27 Oktober. Kedua, pekerjaan menyasar JPL Nomor 240 di Jalan Gempol, Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, pada tanggal 27 hingga 28 Oktober. Terakhir, perbaikan akan dilakukan di JPL Nomor 235 di Jalan Bakulan, Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, pada tanggal 30 hingga 31 Oktober 2026.
Untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas masyarakat, seluruh pekerjaan teknis dijadwalkan berlangsung pada malam hari, yakni mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB keesokan harinya.
Tohari juga memaparkan progres program pemeliharaan geometri di wilayah Daop 7 Madiun sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, tim telah berhasil menyelesaikan perbaikan di 34 titik dari total target 107 titik yang telah ditetapkan. Jika dipresentasekan, progres pengerjaan telah mencapai angka 31,78 persen. Pihak KAI berkomitmen untuk terus mempercepat pengerjaan ini agar seluruh target dapat tercapai tepat waktu tanpa mengabaikan standar keselamatan operasional.
Namun, pihak KAI menyadari bahwa selama proses pengerjaan berlangsung, akan ada potensi gangguan arus lalu lintas. Keberadaan petugas, penggunaan alat berat, serta penempatan material bangunan di sekitar lokasi perlintasan dapat memengaruhi kelancaran kendaraan yang melintas.
Oleh karena itu, KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih waspada dan bijak dalam mengatur waktu perjalanan. Masyarakat disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti instruksi dari petugas di lapangan.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas potensi ketidaknyamanan atau keterlambatan yang mungkin timbul akibat adanya pekerjaan ini," tutup Tohari.








































Tinggalkan komentar