Madurapost.co.id – Langkah besar yang tengah diambil pemerintah Indonesia dalam mereformasi sektor pasar modal mendapatkan sorotan positif dari kancah internasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) terhadap upaya transformasi pasar modal di tanah air.
Dukungan dari forum regulator pasar modal yang beranggotakan 11 negara ASEAN ini menjadi sinyal kuat bahwa reformasi yang sedang dijalankan Indonesia diakui secara regional. Fokus utama dari reformasi tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan penegakan hukum, hingga upaya mendongkrak likuiditas pasar agar lebih kompetitif di level global.

Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK, Agus E. Siregar, menyatakan bahwa pengakuan dari ACMF merupakan momentum emas bagi Indonesia. Menurutnya, dukungan ini bukan sekadar apresiasi formal, melainkan bentuk validasi atas langkah-langkah strategis yang diambil untuk memperkuat integritas, kredibilitas, serta daya saing pasar modal nasional.

Related Post
"OJK berkomitmen untuk terus melanjutkan agenda reformasi ini secara konsisten. Kami fokus pada penguatan tata kelola, peningkatan kualitas keterbukaan informasi, serta efektivitas pengawasan agar struktur pasar kita menjadi lebih transparan, likuid, dan efisien," ungkap Agus dalam keterangan resminya di Jakarta.
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini bermuara pada satu tujuan utama, yakni perlindungan investor. Dengan meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, OJK berharap pasar modal Indonesia dapat tumbuh selaras dengan standar internasional dan praktik terbaik yang berlaku secara global.
ACMF sendiri merupakan badan sektoral ASEAN yang menjadi wadah bagi para regulator pasar modal di kawasan. Dalam pernyataan resminya, ACMF menegaskan bahwa Indonesia merupakan anggota kunci dalam kerja sama regulator pasar modal di Asia Tenggara. Mereka memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan reformasi regulasi yang sedang berlangsung di Indonesia, serta meyakini bahwa dampak jangka panjangnya akan membawa pasar modal nasional ke level yang lebih tinggi.
Selain membahas dukungan untuk Indonesia, pertemuan ACMF juga menyoroti implementasi Action Plan 2026-2030. Rencana aksi ini mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari peningkatan konektivitas pasar modal antarnegara, pengembangan keuangan berkelanjutan (sustainable finance), penguatan tata kelola perusahaan, hingga pengembangan pasar modal syariah.
Dalam hal konektivitas, ACMF tengah mendorong inisiatif seperti pengembangan Depositary Receipt Issuance Handbook, peta jalan untuk ASEAN Cross-Listings, serta pembentukan indeks ASEAN. Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses investasi lintas negara dan memperkuat posisi ASEAN sebagai destinasi investasi utama di dunia.
OJK memastikan akan terus berperan aktif dalam setiap inisiatif ACMF. Dengan sinergi antara penguatan reformasi domestik dan kerja sama regional yang solid, OJK optimistis pasar modal Indonesia akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkokoh posisinya dalam ekosistem keuangan global.










































Tinggalkan komentar