Misi Besar Literasi Digital Santri Jatim

Misi Besar Literasi Digital Santri Jatim

Madurapost.co.id – Dunia pesantren di Jawa Timur kini tengah memasuki babak baru dalam menghadapi arus deras arus informasi di era digital. Upaya untuk membekali para santri dengan kecakapan teknologi tidak lagi sekadar menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Dalam upaya nyata tersebut, Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur baru saja menerima pengakuan penting atas peran aktif mereka dalam membangun ekosistem digital di lingkungan religi.

Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur resmi dinobatkan sebagai Mitra Strategis Penguatan Literasi Digital Santri dan Pesantren Berkelanjutan. Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Jawa Pos Radar Jombang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pemerintah dalam mendukung kecerdasan digital di kalangan santri. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Jombang, M. Nur Kholis, kepada Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Jatim, Pulung Chausar, dalam acara bertajuk Halaqah Santri Digital Jawa Timur 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Azana Style, Jombang.

Misi Besar Literasi Digital Santri Jatim
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Menanggapi pencapaian tersebut, Pulung Chausar menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah amanah besar. Menurutnya, pengakuan ini menjadi penguat tanggung jawab bagi pihaknya untuk terus menjaga kesinambungan kolaborasi melalui konsep pentahelix. Konsep ini melibatkan sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis, dan media massa untuk menciptakan dampak yang luas dan berkelanjutan.

COLLABMEDIANET

Pulung menekankan bahwa literasi digital di lingkungan pesantren memiliki dimensi yang lebih dalam daripada sekadar kemampuan mengoperasikan gawai atau perangkat teknologi. Lebih dari itu, literasi digital mencakup kecakapan kritis dalam memilah informasi, kemampuan memverifikasi kebenaran berita (cek fakta), serta kesadaran etis untuk mempertimbangkan dampak sosial sebelum menyebarkan sebuah konten di ruang siber.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung penguatan literasi digital bagi para santri agar mereka mampu memanfaatkannya secara cerdas, aman, dan produktif. Tujuannya jelas, yakni demi kemajuan serta pembangunan kesalehan sosial di Jawa Timur," tegas Pulung dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan ekosistem pesantren harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur. Literasi digital harus berjalan beriringan dengan disiplin yang mendidik dan tata kelola yang berlandaskan adab. Hal ini sangat krusial untuk melindungi martabat santri serta mencegah berbagai risiko negatif di dunia maya, seperti perundungan siber (cyberbullying) dan penyebaran hoaks yang dapat merusak moralitas.

Melalui ajang Halaqah Santri Digital yang kini telah memasuki tahun kedua, diharapkan tercipta ruang pertemuan rutin antara media, institusi pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pulung berharap agenda tahunan ini dapat terus menjadi wadah pengembangan pembelajaran digital yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga santri tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi aktor digital yang bijak dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar