Jaga Harga Beras SPHP di Situbondo

Jaga Harga Beras SPHP di Situbondo

Madurapost.co.id – Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso terus memperketat pengawasan terhadap distribusi beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Situbondo, Jawa Timur. Langkah ini diambil guna memastikan bantuan pangan tersebut sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan tanpa adanya praktik kecurangan atau penyimpangan di lapangan.

Upaya pengamanan distribusi ini dilakukan melalui sinergi lintas lembaga yang melibatkan berbagai pihak berwenang. Dalam sebuah aksi nyata di lapangan, Bulog menggandeng Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Tim Ahli Bapanas, hingga Satgas Pangan dari Polres Situbondo untuk melakukan inspeksi mendadak dan pemantauan menyeluruh.

Jaga Harga Beras SPHP di Situbondo
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso yang juga membawahi wilayah Situbondo, Akhmad Donni Anwar, menegaskan bahwa pengawasan intensif ini adalah bentuk tanggung jawab lembaga dalam mengawal kebijakan pemerintah. Menurutnya, keterjangkauan harga pangan merupakan prioritas utama agar masyarakat tidak terbebani oleh fluktuasi harga beras yang tidak stabil.

COLLABMEDIANET

"Pada Kamis (29/10), kami melakukan pemantauan dan pengawasan langsung di lapangan. Kami bekerja sama dengan Bapanas RI, Tim Ahli Bapanas, serta Satgas Pangan Polres Situbondo untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan," ujar Akhmad Donni saat memberikan keterangan di Situbondo, Jumat.

Fokus utama dari pemantauan gabungan ini mencakup evaluasi mendalam terhadap seluruh rantai distribusi. Tim di lapangan memeriksa kepatuhan para mitra penyalur, ketersediaan stok beras di berbagai titik, hingga yang paling krusial adalah kesesuaian harga jual di tingkat konsumen. Bulog memastikan bahwa tidak boleh ada pedagang yang menjual beras SPHP di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, Akhmad Donni menjelaskan bahwa Bulog tidak akan tinggal diam jika menemukan adanya pelanggaran. Perusahaan pelat merah ini terus melakukan pembenahan tata kelola dan evaluasi berkala terhadap seluruh jaringan mitra, mulai dari pedagang di pasar tradisional, ritel modern, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).

"Kami telah menyiapkan sanksi tegas bagi mitra penyalur yang terbukti nakal. Jika ditemukan praktik pengoplosan, penimbunan, atau menjual di atas harga HET, kami tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum dan administratif," tegasnya.

Dalam inspeksi kali ini, tim gabungan menyisir dua titik distribusi utama di Situbondo, yakni Pasar Mimbaan yang merupakan pusat perdagangan tradisional, serta Royal Swalayan Situbondo sebagai perwakilan saluran ritel modern. Kehadiran aparat kepolisian dan ahli dari Bapanas diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memperkuat transparansi distribusi.

Melalui langkah kolaboratif ini, Bulog berharap tata kelola distribusi beras SPHP di Situbondo tetap akuntabel dan patuh pada ketentuan yang berlaku, sehingga stabilitas pangan di tingkat rumah tangga dapat terjaga dengan baik. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan harga pangan dapat dipantau melalui laman madurapost.co.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar