Kredit Perbankan Jatim Tembus Rp645 Triliun

Kredit Perbankan Jatim Tembus Rp645 Triliun

Madurapost.co.id – Sektor perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa yang sangat impresif dalam mendukung roda perekonomian daerah. Hingga periode Agustus 2026, total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menyentuh angka fantastis sebesar Rp645 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 4,73 persen secara tahunan (year-on-year), yang sekaligus menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor produktif, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Plt. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, mengungkapkan bahwa lonjakan penyaluran kredit ini merupakan dampak langsung dari ketangguhan ekonomi Jawa Timur. Saat ini, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur tercatat mampu melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yang kemudian memberikan dampak positif terhadap kinerja industri perbankan di wilayah tersebut.

Kredit Perbankan Jatim Tembus Rp645 Triliun
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jatim yang berada di atas rata-rata nasional, hal ini berdampak signifikan terhadap kinerja perbankan kita," ujar Horas dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu.

COLLABMEDIANET

Selain pertumbuhan kredit yang kuat, industri perbankan di Jawa Timur juga didukung oleh kemampuan penghimpunan dana masyarakat yang sangat solid. Hal ini terlihat dari posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp866 triliun pada periode yang sama. Besarnya dana yang dihimpun dari masyarakat ini menjadi modal utama bagi bank-bank untuk menjalankan fungsi intermediasi, yakni menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat dan para pelaku usaha.

Salah satu prestasi membanggakan yang dicatatkan oleh Jawa Timur adalah posisinya sebagai provinsi dengan nilai kredit UMKM terbesar di tingkat nasional. Jawa Timur berhasil mengungguli banyak provinsi lainnya, dengan Jawa Tengah sebagai pesaing terdekat. Selain itu, dalam hal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jawa Timur juga menempati peringkat kedua nasional setelah Jawa Tengah.

Dominasi ini membuktikan bahwa akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di Jawa Timur semakin terbuka lebar. Dukungan modal ini sangat krusial bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pemasaran, hingga menjaga keberlangsungan usaha di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Meski menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif, OJK tetap memberikan catatan waspada. Horas menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas penyaluran kredit. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan pembiayaan yang masif tidak dibarengi dengan lonjakan risiko yang dapat mengganggu stabilitas industri perbankan di masa mendatang.

Berdasarkan data terbaru hingga Agustus 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) neto perbankan di Jawa Timur masih terjaga pada level yang aman, yakni sebesar 1,67 persen, dengan NPL bruto berada di angka 3,80 persen. Dengan kondisi kesehatan bank yang terjaga, OJK tetap optimis bahwa sektor jasa keuangan di Jawa Timur akan terus tumbuh positif dan memiliki daya tahan (resiliensi) yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi global maupun domestik. Melansir informasi dari madurapost.co.id.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar