Madurapost.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, memicu bencana banjir yang merendam permukiman warga. Aliran sungai irigasi di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, dilaporkan tersumbat oleh tumpukan material alam dan sampah, sehingga air meluap ke rumah-rumah penduduk.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung bergerak cepat dengan mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi kejadian. Langkah ini diambil untuk mengevakuasi material kayu, rumpun bambu, serta sampah yang menyumbat aliran sungai agar debit air dapat kembali mengalir dengan normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, mengonfirmasi bahwa operasi pembersihan ini dilakukan melalui kolaborasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Fokus utama petugas di lapangan adalah memastikan tidak ada lagi hambatan di aliran irigasi yang berpotensi menyebabkan luapan air susulan ke area pemukiman.

Related Post
"Petugas kami sedang bekerja keras membersihkan material yang menyumbat aliran sungai. Tujuannya agar air bisa segera mengalir lancar kembali ke jalurnya dan tidak lagi meluap ke area tempat tinggal warga," ujar Mugiyono saat memberikan keterangan resmi.
Berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, penyebab utama banjir di Desa Tenggur adalah penumpukan material organik yang cukup masif. Rumpun bambu dan batang kayu yang terbawa arus tersangkut di titik tertentu, menciptakan bendungan alami yang kemudian diikuti oleh tumpukan sampah. Akibatnya, kapasitas sungai tidak mampu lagi menampung volume air hujan yang tinggi, sehingga air meluap ke lima rumah warga yang berada di sekitar bantaran.
Meski sempat merendam rumah warga, Mugiyono memastikan bahwa kondisi terkini mulai menunjukkan perkembangan positif. Air yang sempat menggenangi pemukiman dilaporkan sudah mulai berangsur surut. Pihak BPBD juga terus melakukan pemantauan berkala terhadap rumah-rumah yang terdampak guna memastikan keamanan penghuninya.
Selain fokus pada penanganan teknis melalui pengerukan material sungai, BPBD Tulungagung juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan logistik. Paket sembako telah didistribusikan kepada warga terdampak sebagai upaya meringankan beban kebutuhan pokok mereka pascabencana.
Proses pembersihan menggunakan alat berat ini ditargetkan dapat rampung dalam waktu satu hari agar fungsi irigasi kembali normal sepenuhnya. Di sisi lain, BPBD Tulungagung memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi melanda wilayah tersebut.
"Kami mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Jika melihat adanya tanda-tanda luapan air atau kejadian darurat lainnya, segera laporkan kepada pihak BPBD agar kami bisa segera melakukan tindakan penanganan di lokasi," tutup Mugiyono. Melansir informasi dari madurapost.co.id, koordinasi antarlembaga diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak.



































Tinggalkan komentar