Pasar Rakyat Lapas Porong Dongkrak Ekonomi

Madurapost.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya yang berlokasi di Kecamatan Porong, Sidoarjo, melakukan langkah inovatif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui inisiatif pasar rakyat, lembaga ini berhasil merangkul sedikitnya 126 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat luas.

Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menggerakkan roda ekonomi lokal di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang jual beli biasa, melainkan upaya strategis untuk membangun sinergi yang lebih erat antara pihak Lapas dengan warga di sekitar lingkungan penjara.

Pasar Rakyat Lapas Porong Dongkrak Ekonomi
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Menurut Sohibur, Lapas tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat pembinaan bagi warga binaan semata. Ia ingin mengubah paradigma tersebut dengan menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan juga memiliki peran sosial dan ekonomi yang signifikan bagi lingkungan sekitarnya.

COLLABMEDIANET

"Kami ingin memperluas peran lembaga ini agar tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di luar tembok Lapas," ujar Sohibur dalam keterangannya, Minggu.

Kegiatan pasar rakyat ini merupakan buah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Kecamatan Porong, aparat keamanan, serta berbagai mitra pelayanan publik. Tidak hanya menjadi tempat belanja, pasar ini juga berfungsi sebagai pusat layanan terpadu. Masyarakat yang datang dapat menikmati berbagai fasilitas, mulai dari layanan perbankan yang disediakan oleh BRI Rajawali hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang difasilitasi oleh Puskesmas Kedungsolo.

Menariknya, pasar rakyat ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi hasil karya para warga binaan. Produk-produk yang dihasilkan oleh para penghuni Lapas turut dipajang dan dijual, mulai dari hasil pertanian seperti terung dan kangkung, produk pangan seperti tahu dan tempe, hingga komoditas perikanan seperti lele. Selain itu, produk kerajinan berupa kaos produksi mandiri warga binaan juga menjadi salah satu daya tarik utama.

Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari program reintegrasi sosial. Lapas memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki catatan perilaku baik untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan ekonomi. Hal ini diharapkan dapat mempersiapkan mental dan keterampilan mereka agar lebih siap saat kembali ke masyarakat nantinya.

Ke depannya, pihak Lapas Kelas I Surabaya berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin mingguan. Dengan konsistensi tersebut, diharapkan ekonomi lokal di Porong akan terus tumbuh dan hubungan antara petugas, warga binaan, serta masyarakat dapat terjalin semakin harmonis.

"Kami ingin membangun sinergi dengan seluruh tokoh dan elemen masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa program pemasyarakatan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat," pungkas Sohibur.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar